Sebanyak 20 persen anaka di Jawa Barat terkena stunting. Salah satu solusi, gubernur menyarankan, ibu hamil memakan berasa fortifikasi. Apa itu beras fortifikasi?
DARA | BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, masih ada 20 persen anak di daerah ini terkena stunting. Karena itu, ibu hamil mesti mengonsumsi beras fortifikasi sebagai upaya pencegahannya.
Beras fortifikasi atau beras bervitamin, menurut dia, dapat mencegah stunting. “Ada beras yang dicampur vitamin, kami butuh untuk pencegahan stunting karena stunting dimulai sejak ibunya mengandung bukan sejak anaknya lahir,” katanya, di Gedung Sate, Bandung, kemarin.
Karena itu pula ia akan memakai beras itu untuk ibu hamil. “Ini beras istimewa, tak masalah demi masa depan anak-anak kita karena masih ada 20 persen anak di Jabar terkena stunting.”
Ia berharap Pemprov Jawa Barat dapat menjalin kerja sama dengan Perum Bulog terkait pencegahan stunting lewat beras fortifikasi. “Tadi sudah saya bisikin Pak Budi Waseso agar ada MoU lagi tentang pencegahan stunting oleh beras bervitamin ini.”
Sementara itu, Dirut Perum Bulog Budi, Waseso, menyatakan, beras fortifikasi dapat mencegah stunting. Beras fortifikasi, lanjut dia, adalah vitamin.
Beras itu, menurut dia, jika masyarakat makan lalu vitaminnya dikasih. Tapi belum tentu terserap semua.
Tapi, lanjutnya pula, jika dicampur dalam produk beras, maka dengan makan beras saja dia sudah lengkap dengan vitaminnya. “Sekarang sedang kita gencarkan memberikan pemahaman dulu bahwa manfaat beras fortifikasi itu apa dan salah satunya untuk menanggulangi stunting,” katanya.***
Editor: Ayi Kusmawan