Hai Ibu, Begini Cara Mengajarkan Anak-anak Agar Punya Rasa Empati

Minggu, 12 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak (Foto: denkur/dara.co.id)

Ilustrasi anak (Foto: denkur/dara.co.id)

Meski mengajarkan empati pada anak terdengar abstrak, ternyata hal itu dapat dilakukan dengan cara sederhana serta diawali dari kita sebagai orang tua.


Berikut 12 cara mengajarkan empati pada anak seperti dikuitp dara.co.id dari klikdokter, Minggu (12/12/2021):

1. Percaya Bahwa Anak Mampu Bersikap Baik

Jika Anda memperlakukan anak seakan ia tidak pernah bersikap baik, itu akan benar-benar terjadi. Sama seperti doa, bukan?

Alih-alih berprasangka buruk pada anak, coba bangun asumsi bahwa ia bisa membantu dan peduli pada orang lain sehingga ia akan berusaha untuk bersikap baik. Bagaimanapun, kepercayaan Anda adalah pegangan anak dalam bersikap di mana pun ia berada.

2. Menjadi Teladan Perilaku Positif

Apa yang Anda lakukan dan katakan itu selalu dilihat anak. Jadi, biarkan anak melihat Anda bersikap baik, seperti memberikan tip pada kurir yang mengantar pesanan makanan meski hujan deras, berbagi makanan dengan tetangga, atau memberikan sumbangan kepada korban bencana alam.

3. Memperlakukan Anak dengan Rasa Hormat

Ini berarti Anda memperlakukan anak seperti bagaimana Anda ingin dihormati anak. Sesederhana saat Anda meminta anak menyudahi waktu bermain di playground dengan baik. Tidak perlu menyudahi begitu saja atau tiba-tiba mengangkut anak dari tempat bermain tanpa permisi.

Cara lain, Anda bisa berkata pada anak, “Mama Papa tidak selalu sependapat tentang banyak hal, tetapi kami saling mendengarkan dan menghormati pendapat masing-masing.” Dengan begitu, anak tahu ia pun akan diperlakukan serupa.

4. Memberi Label pada Perasaan

Bayi dan balita tentu belum memahami perasaan yang dialami. Anda dapat memberikan label pada perasaan atau menamai perasaan tersebut. Misalnya, bantu anak mengakui apa yang ia rasakan, “Kamu kesal karena mainan tadi diambil adik, ya?”

Cara lain, Anda dapat memakai kartu gambar wajah yang menampilkan berbagai mimik atau berlatih mengenal emosi di hadapan cermin.

5. Mengajari Anak Bagaimana Meregulasi Emosi

Mengajarkan empati pada anak berarti mengajari mereka meregulasi emosi sedini mungkin. Misalnya, ketika waktu menonton TV selesai dan TV dimatikan, anak malah kesal dan menangis.

Bila kondisi tersebut terjadi, sebaiknya Anda tidak langsung menyalakan TV lagi. Biarkan anak meluapkan rasa kesalnya lebih dahulu, kemudian jawab dengan tenang, “Mama tahu kamu tidak suka, tapi waktu nonton sudah selesai. Nah, kalau sudah lebih tenang, tolong temani Mama ke warung, ya.”

6. Mengekspresikan Perasaan untuk Berbagi Emosi

Ciptakan suasana nyaman di rumah agar anak dapat mengekspresikan apa yang ia alami, entah itu hal baik maupun buruk.

Ketika ia senang, ikutlah merasa senang dengannya. Saat ia kesal, peluk anak dan tanyakan apa yang mengganggunya. Saat ia sedih, biarkan ia meluapkan dahulu emosinya sampai lega. Lalu, beri pelukan dan dengarkan keluh kesahnya.

7. Latih Anak Memperhatikan Ekspresi Wajah Orang Lain

Setelah terbiasa melihat dan mengalami berbagai emosi, mengajarkan anak tentang empati dapat Anda lanjutkan dengan melatihnya memperhatikan ekspresi wajah orang lain.

Dari apa yang terlihat, anak dapat membayangkan bagaimana perasaan yang dialami orang tersebut pada situasi tertentu. Lagi pula, kita bisa memahami kebutuhan orang lain saat mampu membayangkan bagaimana perspektif mereka terhadap suatu hal.

8. Apresiasi Kebaikan yang Anak Lakukan

Pastikan Anda juga mengapresiasi kebaikan yang dilakukan anak. Contoh, saat ia menahan pintu masuk minimarket untuk pengunjung lain yang berdiri di belakangnya. Anda bisa mengucapkan pada anak, “Mama lihat tadi kamu bantu menahan pintu untuk orang lain. Terima kasih ya sudah berbuat demikian.”

Jadi, Anda pun memperhatikan setiap perilaku anak, bukan hanya ketika ia berbuat salah.

9. Jangan Abaikan Sikap Kasar

Anda pasti sering mendengar pemakluman dari orang lain tentang perilaku kasar anak. “Aduh, biarin aja lah. Maklum namanya juga anak-anak, belum mengerti kalau tidak boleh dorong-dorong saat antre.”

Perilaku kasar tidak boleh ditoleransi berapapun usianya. Justru karena anak masih kecil, ia harus diajarkan untuk bersikap baik. Karena ia belum tahu mana yang baik dan buruk sehingga tugas kita sebagai orang tua untuk mengingatkan anak terus-menerus.

10. Pahami Persepsi Anak Lebih Dahulu

Kadang saat anak bertingkah laku tertentu, bisa jadi anak memang belum mengerti benar bagaimana ia harus merespons. Contoh, anak mengejek temannya dengan panggilan nama binatang.

Alih-alih marah, coba tanggapi dengan tenang dan tanyakan mengapa ia berkata demikian. Lalu, benahi pemahaman yang keliru dari anak dengan menjelaskan situasi seharusnya.

11. Perhatikan Apa yang Anak Serap dari Media

Harus diakui, media berperan penting dalam membentuk perilaku empati anak. Ia cenderung meniru apa yang dilihat dari televisi, YouTube, atau game.

Pantau dan dampingi anak saat menonton, serta jawab sebisa mungkin setiap pertanyaan yang mereka ajukan terkait tontonan tersebut. Lalu, dorong mereka untuk mengimbanginya dengan aktivitas lain, seperti bermain di luar rumah bersama teman, membaca buku, atau hobi menarik lainnya.

12. Sabar dan Konsisten Adalah Kunci

Mengajarkan empati pada anak adalah proses pembelajaran yang panjang. Anda perlu sabar menghadapi setiap pertanyaan yang meluncur dari anak, serta jangan lelah mengingatkan anak untuk terus memperbaiki sikapnya menjadi lebih baik. Plus, Anda pun harus konsisten menjadi teladan pertama dan utama anak dalam berempati.

Semua aspek tersebut menjadi amunisi lengkap untuk menumbuhkan sosok anak yang mau berempati dan bertoleransi terhadap orang lain.

Artikel ini sebelumnya sudah ditayangkan klikdokter dengan judul: Tips Tumbuhkan Rasa Empati pada Anak.

Editor: denkur

Berita Terkait

Ditunjuk Jadi Staf Khusus Menko IPK, AHY Ajak Merry Riana Menjadi Super Team
Horeee, 15.000 Peserta Sekolah Perempuan Jawa Barat Diwisuda
Ibu Kunci Kendalikan Teknologi dalam Keluarga
Kisah Duo Srikandi Peraih Juara 1 IMA UMKM Award, Ceritanya Masih Enak Disimak Lho
Patepung di Majalaya Jadi Promosi Perluas Pasar Tenun Majalaya
SKK Jewels Luncurkan She Deserves the World, Brand Perhiasan Emas yang Terinspirasi Keunikan Karakter Wanita
13 Wanita di Kebinet Merah Putih, Nomor 11 Kariernya Bukan Kaleng-kaleng
Dibalik Kisah Kecintaan Keluarga Aurel Hermansyah Yang Suka Mengonsumsi Cemilan Sehat dari Brand Lokal Indonesia
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 3 Januari 2025 - 17:49 WIB

Ditunjuk Jadi Staf Khusus Menko IPK, AHY Ajak Merry Riana Menjadi Super Team

Rabu, 25 Desember 2024 - 14:47 WIB

Horeee, 15.000 Peserta Sekolah Perempuan Jawa Barat Diwisuda

Selasa, 24 Desember 2024 - 14:01 WIB

Ibu Kunci Kendalikan Teknologi dalam Keluarga

Senin, 23 Desember 2024 - 12:30 WIB

Kisah Duo Srikandi Peraih Juara 1 IMA UMKM Award, Ceritanya Masih Enak Disimak Lho

Selasa, 3 Desember 2024 - 18:45 WIB

Patepung di Majalaya Jadi Promosi Perluas Pasar Tenun Majalaya

Berita Terbaru