“Kita sedang berupaya dari sekarang, salah satunya membuka vaksinasi di Pemda. Ada juga yang dor to dor, ada juga pelayanan di Puskesmas dan di rumah sakit,” ujarnya.
DARA – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) berupaya untuk memaksimalkan pencapaian vaksin dosis tiga atau booster. Salah satunya dengan melakukan jemput bola pelayanan pemberian vaksin tersebut melalui puskesmas, rumah sakit, bahkan dor to dor.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB Muhammad Jauhari, mengatakan, capaian vaksinasi berdasarkan kegiatan vaksinasi di KBB, untuk dosis tiga di daerahnya hingga saat ini baru mencapai 7,63 % dari 106.477 total vaksinasi.
Sedangkan untuk total vaksinasi pertama telah terealisasi sebesar 94,63 % dari total 1.321.261 vaksinasi dan vaksin kedua 72,48 % dari 1.011.978 vaksin.
Arahan Pesiden RI Joko Widodo, target vaksin ketiga pada April sekarang harus 30%, sehingga Pemkab Bandung Barat terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi ketiga, disamping penuntasan vaksin pertama dan kedua.
“Kita sedang berupaya dari sekarang, salah satunya membuka vaksinasi di Pemda. Ada juga yang dor to dor, ada juga pelayanan di Puskesmas dan di rumah sakit,” ujarnya disela-sela pelayanan vaksin ketiga di lingkungan Pemda KBB-Ngamprah, Senin (28/3/2022).
Sebenarnya, kegiatan vaksinasi pertama dan kedua di KBB sudah mencapai target. Pada awalnya target pertama sebesar 90 % dan kedua 70 %.
Namun karena ada target baru, sesuai arahan presiden yakni untuk vaksinasi pertama dan kedua harus 100% dan ketiga 30%, maka pihaknya bekerja keras agar bisa mencapai target tersebut.
Selain secara rutin puskesmas, rumah sakit di KBB melayani vaksinasi pada masyarakat, upaya jemput bola dilakukan pihaknya.
Salah satunya dengan membuka layanan pemberian vaksin ketiga bagi ASN di lingkungan Pemkab Bandung Barat. “Tapi kita juga tetap melayani pemberian vaksin pertama atau kedua juga, bagi mereka yang belum mendapatkan,” terang Jauhari.
Hingga saat ini, ASN di lingkungan Pemkab Bandung Barat yang sudah melakukan vaksin ketiga sudah mencapai 70-an. Untuk pelaksanaannya, Dinkes bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol PP), untuk menyasar ASN yang belum divaksin.
“Rencana kita evaluasi sampai munggahan. Kalau memang masih ada yang belum (divaksin), mungkin saat puasa juga kita laksanakan,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Asep Dendih mengimbau kepada seluruh pegawai yang berada di bawah naungan Disdik KBB, untuk segera divaksin ketiga ini.
Ia juga meminta pada mereka untuk proaktif mengajak keluarga dan orang-orang di sekitarnya divaksin.
“Saya mengimbau para guru dan tenaga pendidikan lainnya, ayo kita divaksin ketiga ini. Begiru juga bagi yang belum divaksin pertama dan kedua juga, untuk segera divaksin,” ucap Asep, usai dirinya mendapat vaksin ketiga tersebut
Hal itu sebagai upaya untuk pelaksanaan mempercepat pembelajaran tatap muka. Menurutnya, hingga saat ini, PTM bagi murid tingkat SD dan SMP di KBB, baru 85 persen.
“Mudah-mudahan saja dengan saya divaksin ketiga ini menjadi motivasi bagi para guru dan orang tua murid juga, agar segera divaksin. Mari kita sukseskan program vaksinasi ini,” ucapnya.
Editor : Aldinar