Lonjakan mudik tahun ini diprediksi mencapai tiga kali lipat dari mudik tahun 2019. Pemerintah Kota Bandung sediakan 7.000 armada bus.
DARA – Demikian dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Keselamatan dan Ketertiban Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Asep Kuswara seusai acara “Bandung Menjawab” di Taman Dewi Sartika, Rabu, 13 April 2022.
“Sebanyak 7.000 armada bus akan diturunkan dalam mudik ini yang tesebar di wilayah timur, Leuwipanjang dan barat, Terminal Cicaheum,” ujar Asep, seperti dikutip dari bandung.go.id, Jumat (15/4/2022).
Sebelum digunakan tim akan melakukan inspeksi keselamatan (Ramp Check) untuk memastikan layak jalan kendaraan. Juga berkolaborasi dengan kepolisian dan organda untuk melakukan inspeksi di beberapa lokasi.
Asep mengingatkan, meski mudik tahun ini sudah mendapat lampu hijau, masyarakat harus tetap menjaga keselamatan. Bahkan, di masa pandemi ini keselamatannya harus digandakan.
“Pertama, jaga keselamatan dengan prokes, jangan terlalu euforia. Kedua, jaga keselamatan dengan perhatikan layak jalan kendaraan dan pengemudinya juga. Jangan segan menegur dan melaporkan pengemudi yang ugal-ugalan,” imbaunya.
Sementara itu, Ketua Organda DPC Bandung, Neneng Djuraidah mengaku akan memeriksa transportasi publik secara berkala sebelum dan sesudah Lebaran.
“Kami bekerja sama dengan Dishub Kota Bandung untuk mengecek persiapan mudik kendaraan-kendaraan ini supaya layak jalan di masa mudik. Memang kendala pandemi selama dua tahun ini, 50 persen kendaraan yang ada sudah tidak layak jalan,” ujar Neneng.
Ia menambahkan, selama H-7 dan H+7 Idulfitri, pihaknya juga akan terus memonitor pengemudi yang ditugaskan pada Lebaran nanti.
“Setiap keberangkatan bus itu akan terus kami periksa. Organda juga kerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung untuk vaksin para pengemudi tiap perusahaan,” tuturnya.***(din)
Editor: denkur