DARA | BANDUNG – Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat, angka prevalensi pengguna narkoba di Provinsi Jawa Barat mencapai 1,7% atau ada 800ribu-900 ribu pengguna. Pihaknya akan memberantas narkoba di 15 lokasi yang terpapar narkoba di daerah ini.
“Lokasi-lokasi ini menjadi sarang peredaran narkoba mulai dari pengguna hingga transaksi pengedar,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Heru Winarko, dalam sambutannya saat menghadiri peresmian gedung baru BNN Provinsi Jawa Barat, Jalan H. Hasan (Soekarno-Hatta), Kota Bandung, belum lama ini.
Ia memaparkan, pengguna narkoba ada tiga jenis, yaitu pengguna coba pakai yang kini mencapai 57%, pengguna reaksional atau rutin 27%, dan pengguna pecandu 16%. Ia mengakui, salah satu kendala dalam gerakan antinarkoba adalah tempat rehabilitasi.
Hingga saat ini, lanjut dia, Jawa Barat pun belum memiliki tempat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. “Untuk tempat rehab, terus terang saja di Jawa Barat ini tidak ada tempat rehab, masih di Lido punya BNN. Maka kita optimalkan bagaimana tempat rehab sosial, tempat rehab kesehatan bisa kita optimalkan termasuk rumah sakit, puskesmas harus bisa kita optimalkan.”
Ia menegaskan, pihaknya akan memberantas narkoba di 15 lokasi yang terpapar narkoba di Jawa Barat. Lokasi-lokasi ini menjadi sarang peredaran narkoba mulai dari pengguna hingga transaksi pengedar.
“Ada 15-an, sembilan ada di Depok dan yang lainnya tersebar. Saya bicara dengan Pak gubernur agar kampung-kampung (lokasi terpapar narkoba) ini bisa kita garap. Kita kembalikan kampung-kampung ini menjadi seperti kampung-kampung yang lain,” katanya.
Heru menambahkan bahwa di kampung-kampung ini akan ada pemberdayaan ekonomi. Sebagian besar para pengedar narkoba di sana adalah ibu rumah tangga.
Sekarang pihaknya berupaya agar mereka punya mata pencaharian dan keterampilan. “Nanti ada start up atau kita pasarkan secara online hasil-hasil binaan dari BNN, namanya stopnarkoba.com,” kata Heru.***
Editor: Ayi Kusmawana