Respons cepat bencana banjir yang melanda Kabupaten Cirebon bagian timur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meluncurkan serangkaian bantuan untuk meringankan penderitaan korban.
DARA | Bantuan yang meliputi anggaran operasional, logistik, serta peralatan vital, telah diserahkan langsung kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Rivai, MPd.
“Situasi ini memerlukan kebersamaan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, termasuk BNPB, Kemensos, TNI, dan Polri,” ujar Hilmy, mengapresiasi upaya bersama dalam mengatasi bencana ini.
Banjir yang melanda pada Selasa, 5 Maret 2024, menimbulkan dampak yang signifikan, mencakup 36 desa di 9 kecamatan. Jalur utama Pantura pun tidak luput dari dampaknya, menyebabkan kemacetan yang mengganggu.
Namun, di tengah tragedi ini, solidaritas masyarakat tercermin dalam dukacita atas kehilangan dua jiwa di Kecamatan Waled.
Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag, siap untuk menandatangani status darurat bencana guna memobilisasi sumber daya yang diperlukan.
“Saat ini adalah saatnya untuk bersatu dalam menghadapi tantangan ini,” kata Hilmy.
Deputi Bidang Kedaruratan BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, menekankan pentingnya kerjasama antara pusat dan daerah untuk menemukan akar permasalahan bencana ini.
Langkah-langkah proaktif diperlukan untuk mengurangi dampak, terutama yang berpotensi mengancam nyawa.
Editor: denkur