Di era digital, tantangan yang dihadapi anggota pramuka cukup besar.
DARA | Demikian kata Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Bandung Barat Eriska Hendrayana mengatakan, di era digital, tantangan yang dihadapi anggota pramuka cukup besar.
Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk menerapkan nilai-nilai Pramuka adalah membuat kegiatan yang relevan dengan kondisi kekinian. Terutama kegiatan yang menyentuh generasi Zilenial (Z).
Hal itu dikemukakan Eriska, disaat membuka pelaksanaan Jambore on The Air (Jota) dan Jambore on The Internet (Joti) Kwarcab Gerakan Pramuka KBB di sekitar Logo Pemkab Bandung Barat, Mekar Sari-Ngamprah, Sabtu (19/10/2024).
“Anggota pramuka harus mampu beradaptasi di era digital ini. Jota-joti salah satunya, cara beradaptasi dengan era digital,” kata Eriska, disaat membuka pelaksanaan Jota-Joti Kwarcab Gerakan Pramuka KBB di sekitar Logo Pemkab Bandung Barat, Mekar Sari-Ngamprah, Sabtu (19/10/2024).
Acara Jota Joti 2024 di KBB, dihadiri pula Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga KBB, Imam Santoso dengan bantuan fasilitas dari Dinas Perhubungan, Dinas Kominfotik, Setda KBB dan unsur lainnya.
Eriska, menyatakan melalui Jota Joti ini, para anggota pramuka bisa melakukan pertukaran informasi serta berkomunikasi lebih luas lagi.
Pertukaran informasi tersebut, sesuai kondisi kekinian bisa melalui medsos. Jota Joti, media yang cukup tepat untuk pertukaran informasi lebih luas lagi, karena aksesnya merambah ke berbagai negara luar.
Hanya untuk bisa aktif komunikasi di Jota Joti ini, tentunya dituntut untuk menguasai berbagai bahasa.
Eriska juga meminta anggota Pramuka KBB menjadi agen kebaikan yang mampu menyampaikan pesan positif melalui media sosial (medsos).
Eriska juga menegaskan, agar anggota Pramuka KBB bisa memanfaatkan fasilitas digital untuk mengasah bakat dan kemampuan diri.
“Manfaatkanlah fasilitas digital secara bijak dengan mengakses informasi yang positif,” tegasnya.
Sementara, Ketua Kwarcab Pramuka KBB, Ludi Awaludin mengatakan, terselenggaranya Jota Joti tahun 2024 di KBB berkat kerja bareng dengan Orari Lokal KBB beserta sejumlah anggota Majelis Pembimbing (Mabi) Pramuka KBB.
Selain diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang cara-cara berkomunikasi melalui radio amatir, para peserta juga langsung praktek berkomunikasi dengan sesama peserta Jota Joti seluruh dunia.
“Saya berharap para peserta bisa memanfaatkan waktu di kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Banyak berkomunikasi dengan dunia luar, bisa menambah literasi,” ucap Ludi, yang juga Kepala Satpol PP KBB.
Menurut Ludi, peserta yang hadir di acara tersebut, merupakan anggota pramuka tingkat penegak dan pandega, perwakilan masing-masing kwarran se-KBB.
“Alhamdulilah, kita banyak mendapat bantuan dari Perangkat Daerah yang memfasilitasi kita. Tentunya, kita sangat berterima kasih atas bantuannya,” ucapnya lagi.
Ketua Orari Lokal Bandung, Lukman Nulhakim menyatakan cukup senang karena kegiatan tersebut mendapat respon positif dari Pemkab Bandung Barat.
“Alhamdulillah acara hari ini dibuka langsung Pak Pj Sekda serta dihadiri anggota Mabicab lainnya. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih gebyar lagi,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB ini.***
Editor: denkur | Keterangan gambar: Sekretaris Mabicab Pramuka KBB, Eriska Hendrayana didampingi Ketua Kwarcab Pramuka KBB Ludi Awaludin, Ketua Orari Lokal KBB, Lukman Nulhakim, Kepala Dispora KBB, Imam Santoso saat komunikasi di acara Jota Joti (Foto: Ist)