DARA | BANDUNG – Perkembangan Virtual Hotel Operator (VHO) berpengaruh terhadap tingkat hunian hotel di Jawa Barat. Karena itu, Badan Penguruh Daerah Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Jawa Barat, merasa perlu menikapinya.
“Perkembangan VHO sekarang ini seperti tak terbendung. Sehingga, sangat memengaruhi tingkat hunian (hotel) di Jawa Barat,” ujar Ketua BPD IHGMA Jawa Barat, Rismawardani, saat membuka workshop Direct Booking Summit, di Bandung, Sabtu (20/7/2019).
Workshop siang ini, lanjut Iwan, antara lain akan mengupas tuntas tips dan trik untuk menyikapi maraknya VHO. Untuk itu pihaknya menghadirkan sejumlah pakar dibidangnya.
Menurut salah seorang pembicara, Angga Sarahq Putra, website berperan penting bagi pengelola hotel. Selain untuk brand image, webiste juga salah satu sarana dalam melakukan penjualan. “Hotel itu perlu diperkenalkan lebih luas. Apa saja fasilitas yang dimiliki dan pelayanan yang yang ditawarkan.”
Ia memandang, selama ini ketergantungan hotel terhadap OTA masih tinggi. Karena otu, menurut dia, hotel yang sudah memiliki website sendiri seharusnya bisa memanfaatkan property tersebut menjadi lebih berkembang.
“Misalnya hotel itu kan memiliki our people, our contact, visi dan misi yang juga sangat penting untuk disampaikan ke publik,” kata dari Group Director of Revenue Management Aryaduta Hotels ini.
Workshop sehari ini diikuti 86 orang dari berbagai hotel di Jawa Barat serta tampak hadir Wakil Ketua PHRI Jawa Barat, Herie Hermanie Soewarma. Kegiatan ini bertujuan memaximalkan revenue melalui website ditengah gemuruhnya ekspansi VHO.***
Editor: Ayi Kusmawan