SD Gentong ambruk, diduga konstruksinya yang tidak benar. Kepolisian akan memanggil kontraktor dan kepala dinas pendidikan. Kelalaian yang kerap terjadi di lingkungan sekolah
DARA | PASURUAN – Buntut ambrukna gedung SD Gentong di Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan yang menewaskan dua siswa dan melukai belasan lainnya, pihak kepolisian akan memeriksa kontraktor dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, tim masih melakukan evakuasi di lokasi runtuhnya SDN Gentong. Lalu, akan melakukan identifikasi dan pemeriksaan saksi.
Diduga ambruknya bangunan SD itu karena konstruksi atap yang tidak sesuai. Padahal, sekolah itu baru dibangun tahun 2017, sehingga wajar jika kontraktor dan kepala dinas diperiksa. Namun, tunggu identifikasi, kata Kombes Barung.
Diberitakan sebelumnya, SD Gentong ambruk saat jam belajar. Ada empat ruangan yang atapnya roboh yaitu ruangan kelas II A, II B, V A, dan V B.
Siswa kelas II A dan IIB sedang di dalam kelas. Sedangkan siswa kelas VA dan VB sedang olahraga di luar kelas. Namun, ada siswa yang sakit dan tidak ikut olahraga. Ada juga seorang guru di kelas VA.
“Berdasarkan laporan awal korban meninggal adalah guru pengajar, Sevina APW (19) yang berada di kelas VA, dan siswa kelas II B, IAK yang meninggal dunia berada di kelas II B,” ujar Kombes Barung.***
Editor: denkur