Jabar ingin jadikan Citarum Sungai terbersih dan dan ramah lingkungan pada 2024. Akan kah terwujud? Dalam lawatan kerjanya ke Jepang, Gubernur Jabar mendapat dukungan pemerintah Negeri Matahari itu untuk pemulihan Sungai Citarum.
DARA | TOKYO — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyebutkan, Jepang mendukung pemulihan Sungai Citarum. Dukungan tersebut, antara lain pengolahan limbah industri dengan teknologi canggih.
“Pertama, dukungan Jepang untuk pemulihan Sungai Citarum, dari mulai pengolahan limbah industri yang canggih akan dihibah dan dikerjasamakan,” kata gubernur dalam pertemuan dengan berbagai pihak terkait komitmen pembangunan dan rencana investasi di Jawa Barat, dalam memulai lawatan kerjanya ke Jepang, belum lama ini.
Pertemuan tersebut dimulai dengan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang (Ministry of the Environment of Japan) kemudian dengan Japan Internasional Coorporation Agency (JICA).
Kemudian, rencana dukungan pada proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir sampah (TPPAS) regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung terkait program Green Business yang diikuti Jepang. “Nah, beliau (Wamen Lingkungan Jepang) menyarankan ini akan dibahas secara teknis di bawah, agar bantuan program terkait lingkungan dari Jepang di 2020 bisa dilaksanakan.”
Gubernur pun juga menyampaikan permintaan keterlibatan perusahaan-perusahaan Jepang yang memiliki pabrik di Jawa Barat untuk menyalurkan dana CSR-nya untuk turut serta dalam pemulihan dan penghijauan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Menurut dia, dukungan untuk program lingkungan pun datang dari JICA yang menyambut baik target pemerintah menjadikan Citarum sungai terbersih dan ramah lingkungan pada 2024.
“JICA akan memastikan banyak bantuan dalam bentuk dana dan teknologi dan kepakaran dalam membantu Jabar mempercepat program Citarum Harum,” ujar dia.
Dalam pertemuan tersebut, JICA juga mendorong Jawa Barat menjadi percontohan program pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy). Dalm hal ini JICA membantu mengawal proyek TPPAS Legoknangka juga 3-4 proyek serupa di sejumlah wilayah.
“Ada 3-4 proyek Waste to Energy yang akan dibantu JICA dalam prosesnya. Lewat support JICA, maka kredibilitas proyek ini di mata internasional menjadi sangat baik. Insyaallah Jabar menjadi percontohan yang baik untuk provinsi ramah lingkungan,” kata gubernur.
JICA juga, menurut dia, memastikan tetap komitmen mendorong investasi ke Indonesia lewat kerja sama antarpemerintah (G to G). Dia mencontohkan kontribusi tersebut lewat pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang yang akan memenuhi standar pembangunan berkelanjutan.
“Jadi standar-standar internasional bisa kita penuhi, kalau berhasil bukan hanya untuk Jawa Barat dan Indonesia, namun untuk dunia dan Jepang,” katanya.***
Editor: Ayi Kusmawan