Pencalonan Teh Nia, Dadang Naser: Rasionya Berdasarkan Hasil Survei

Rabu, 3 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Humas Pemkab Bandung/Design Muhammad Zein/dara.co.id

Foto: Humas Pemkab Bandung/Design Muhammad Zein/dara.co.id

“Jadi rasionya memang benar-benar berdasarkan hasil survei,” ungkap Dadang M. Naser.


DARA | BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang M. Naser menegaskan bahwa sejak awal ia dan keluarga besar tidak pernah mengizinkan istrinya Kurnia Agustina Naser untuk maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung 2020.

Menurut Dadang, pencalonan melalui partai Golkar kemudian terjadi karena adanya tekanan dan paksaan dari beberapa tokoh partai yang mendorong istrinya untuk maju. Rasionalisasinya berdasarkan survei yang terus meningkat meskipun pada saat itu Teh Nia (sapaan akrab Kurnia Agustina) belum melakukan pergerakan apapun.

“Jadi rasionya memang benar-benar berdasarkan hasil survei,” ungkap Dadang usai mendampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau PT Eigerindo di Jalan Terusan Kopo-Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/6/2020).

Terkait adanya deklarasi dukungan dari para pengurus kecamatan (PK) dan beberapa organisasi sayap partai Golkar, Dadang mengaku sudah lama mengetahuinya. Hanya saja memang baru dideklarasikan pada Selasa (2/6/2020) karena memang waktu pelaksanaan Pilkada sudah cukup dekat. Menurutnya itu merupakan salah satu upaya untuk mendorong salah satu kandidat dari para simpatisannya.

Dengan adanya dorongan dan dukungan dari berbagai pihak tersebut, lanjut Dadang, dengan berat hati ia terpaksa merestui langkah sang istri untuk maju pada Pilkada.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu melanjutkan, memang ada beberapa faktor yang menjadi alasan keberatannya merestui Teh Nia untuk maju. Diantaranya adalah tudingan tentang dinasti politik. Namun dia mengembalikan lagi semuanya kepada masyarakat, karena pada akhirnya masyarakat juga lah yang menentukan pilihan.

“Apakah benar ini dinasti? Ini kan negara demokrasi, yang menentukan jadi dan tidaknya Teh Nia kan bukan Dadang Naser. Bukan juga Obar Sobarna, tapi tingkat kepercayaan rakyat Kabupaten Bandung yang akan menentukan, karena Alhamdulillah sampai saat ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Dadang Naser itu mencapai angka 72 persen,” ungkapnya.***

 

Editor: Muhammad Zein

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional
Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal
Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025
Tentukan Awal Ramadan, MUI Gelar Sidang Isbat Jumat 28 Februari 2025
Jelang Ramadan, Polresta Cirebon Gencarkan Razia Miras
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:52 WIB

Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:45 WIB

Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:40 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:36 WIB

Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Berita Terbaru