“Sekarang sistemnya lebih objektif. Tidak diterimanya siswa itu karena ditentukan sistem dan dilakukan secara terbuka. Apalagi sekarang ada tim pengawas,” ujar Kadisdik Juhana.
DARA | BANDUNG – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung, Juhana mengatakan ada empat jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dibuka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Keempat jalur itu yakni, jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.
“50 persen untuk zonasi, 30 persen untuk prestasi, 15 persen jalur afirmasi, dan 5 persen jalur perpindahan orang tua,” kata Juhana saat ditemui di ruang kerjanya, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (8/6/2020).
Dalam jalur afirmasi, Disdik Kabupaten Bandung berencana akan menyediakan kuota khusus bagi siswa anak tenaga medis. Hal itu untuk mengapresiasi perjuangan tenaga medis yang menjadi garda terdepan melawan Covid-19.
Selain itu, kata Juhana, pihaknya juga telah melakukan persiapan agar jalur zonasi tahun ini jauh dari maladministrasi maupun berbagai bentuk penyimpangan, seperti titip menitip siswa.
“Sekarang sistemnya lebih objektif. Tidak diterimanya siswa itu karena ditentukan sistem dan dilakukan secara terbuka. Apalagi sekarang ada tim pengawas,” ujarnya.
Menurutnya, tim tersebut terdiri dari kalangan pendidikan, kepolisian, saber pungli, media massa, hingga masyarakat umum.
“Tim ini juga bertugas menyalurkan calon siswa ke sekolah yang masih tersedia kuotanya. Sehingga semua siswa lulusan SD di Kabupaten Bandung bisa melanjukan pendidikan,” pungkasnya.***