“Ya itu hanya (ungkapan) secara pribadi, soalnya kita (DS-Syahrul) sudah ada chemistry,” ungkap Dadang Supriatna.
DARA | BANDUNG – Geliat politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung 2020, mulai menghangat dan sejumlah bakal calon Bupati/Wakil Bupati sudah melakukan pergerakannya. Di antaranya Dadang Supriatna dan Syahrul Gunawan.
Untuk diketahui, Dadang Supriatna (DS) merupakan bakal calon Bupati Bandung dari partai Golkar. Sedangkan Syahrul Gunawan bakal calon dari partai Nasdem. Nama keduanya kini pun tengah disorot setelah viral video pernyataan Syahrul dan DS siap maju berpasangan pada Pilkada nanti.
Bahkan sebelum video tersebut muncul, baligho dan poster Kang DS berdampingan dengan Syahrul Gunawan sudah terpampang di beberapa tempat sejak beberapa pekan lalu.
Dalam video yang beredar di media sosial, Syahrul mengutarakan kesediaannya menjadi calon wakil bupati mendampingi Kang DS dalam Pilkada nanti. Dalam video yang berdurasi sekitar 37 detik itu, Syahrul mengucapkan doa agar bisa ditakdirkan berdampingan dengan Kang DS untuk membangun Kabupaten Bandung yang lebih baik.
Menanggapi beredarnya video tersebut, Kang DS mengungkapkan bahwa apa yang diutarakan Syahrul adalah merupakan ungkapannya secara pribadi bukan atas nama partai. “Ya itu hanya secara pribadi, soalnya kita sudah ada chemistry,” ungkap DS kepada dara.co.id melalui sambungan telepon seluler, Selasa (9/6/2020) malam.
Kang DS yang kini merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat itu menjelaskan salah satu faktor yang memunculkan hadirnya chemistry diantara mereka adalah sosok Syahrul yang religius dan sangat taat beribadah. Selain itu, menurutnya setelah mengobrol banyak, ternyata ada kesamaan keinginan dalam hal membangun Kabupaten Bandung yang lebih baik lagi ke depan.
Dengan beredarnya video tersebut di masyarakat, DS tidak merasa khawatir akan ditegur oleh partainya, sebab hal yang dilakukannya itu tidak melanggar peraturan organisasi yang ada di Partai Golkar.
“Itu kan cuma sebagai bentuk konsolidasi dan sosialisasi, pengenalan terhadap bakal calon lain, dan itu tidak dilarang oleh partai,” tegasnya.
Terkait rekomendasi partai, DS masih menunggu keputusan dari DPP Golkar. Namun dirinya masih sangat optimis bisa mendapatkan rekomendasi untuk menjadi calon bupati.
Sedangkan terkait koalisi, DS mengaku bahwa dengan partai manapun komunikasi masih berjalan. Bahkan tidak menutup kemungkinan keinginannya untuk berdampingan dengan Syahrul Gunawan bisa terwujud, sebab di tingkat pusat pun komunikasi antaran Golkar dengan Nasdem sudah intens.
“Kan sudah ada komunikasi juga antara ketua umum kedua partai, mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar,” harapnya.***
Editor: Muhammad Zein