Kabupaten Bandung jadi Lumbung Suara, Akhir Pekan Ini DPP Golkar Bahas Pemenangan Pilkada

Rabu, 10 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPP Golkar Jawa l, MQ. Iswara usai bertemu dengan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung, Dadang M. Naser di Soreang, Rabu (10/6/2020). (Foto: Verawati/Dara.co.id)

Ketua DPP Golkar Jawa l, MQ. Iswara usai bertemu dengan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung, Dadang M. Naser di Soreang, Rabu (10/6/2020). (Foto: Verawati/Dara.co.id)

DARA | BANDUNG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung 2020 menjadi perhatian serius DPP Golkar. Oleh karena itu, unsur pimpinan di partai berlambang pohon beringin tersebut akan melakukan pembahasan pada Jumat (12/6/2020) mendatang.

“Sudah menjadi pesan dari Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto. Bahwa Kabupaten Bandung harus tetap menjadi lumbung suara Golkar. Makanya Jumat ini kami akan bahas tentang Pilkada Kabupaten Bandung,” kata Ketua DPP Golkar Jawa l, MQ. Iswara usai bertemu dengan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung, Dadang M. Naser di Soreang, Rabu (10/6/2020).

Dari informasi yang dihimpun, dalam pembahasan Pilkada Kabupaten Bandung di DPP Golkar nanti akan turut diundang Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung serta empat bakal calon (balon) Bupati Bandung periode 2020-2025 yang akan diusung Partai Golkar. Keempat balon tersebut adalah Kurnia ‘Nia’ Agustina Naser, Deding Ishak, Dadang Supriatna dan Yoga Santosa.

Menurut Iswara, DPP Partai Golkar akan memilih calon Bupati Bandung yang memiliki kans kemenangan lebih tinggi dibanding bacalon lainnya. Indikatornya, kata Iswara, dari kapasitas, kapabilitas calon, hasil survey, dan dukungan dari partai lain yang akan menjadi koalisi. Selain itu, dukungan dari stakeholder internal juga menjadi salah satu pertimbangan,” katanya.

Iswara menepis adanya isu mengenai politik dinasti. Menurut dia, Partai Golkar merupakan partai yang mematuhi undang-undang. Jadi, selama Undang-undang memperbolehkan kerabat kepala daerah untuk mencalonkan, partai akan mempersilahkan selama memenuhi indikator-indikator popularitas, elektabilitas, dan kapabilitas.

Menurutnya, pembahasan Pilkada Kabupaten Bandung menjadi sangat mendesak karena pemerintah bersama DPR RI telah menyepakati pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

“Pendaftaran dimulai pada awal September nanti. Jadi kita akan mengikuti tahapan-tahapan ini,” katanya.

Sementara mengenai rencana survey lanjutan terkait pilkada Kabupaten Bandung, Iswara mengatakan, hal itu akan dilakukan jika kondisi sudah kondusif di tengah pandemi Covid-19 dan masyarakat sudah mau menerima tim surveyor di lapangan.***

 

Editor: Muhammad Zein

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional
Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal
Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025
Tentukan Awal Ramadan, MUI Gelar Sidang Isbat Jumat 28 Februari 2025
Jelang Ramadan, Polresta Cirebon Gencarkan Razia Miras
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:52 WIB

Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:45 WIB

Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:40 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:36 WIB

Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Berita Terbaru