“Karena dulu kan biasanya kampanyeu itu dilakukan secara konvensional, dilakukan di ruang terbuka dengan menghadapi banyak orang, sementara saat kita sangat dibatasi harusnya ini menjadi peluang untuk kita mengerahkan kemampuan untuk memberi solusi bagi kesulitan masyarakat, ini bisa jadi salah satu cara untuk meraih hati pemilih,” kata Yena Iskandar Ma’soem.
DARA | BANDUNG – Bakal Calon Bupati Bandung dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Yena Iskandar Ma’soem memastikan bahwa dirinya siap menghadapi tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung 2020 di tengah pandemi Covid-19.
Yena mengatakan bahwa di saat masyarakat dihadapkan pada segala macam keterbatasan ruang gerak dan waktu di masa pandemi ini, justru merupakan tantangan untuk para calon pemimpin daerah.
“Karena dulu kan biasanya kampanyeu itu dilakukan secara konvensional, dilakukan di ruang terbuka dengan menghadapi banyak orang, sementara saat kita sangat dibatasi harusnya ini menjadi peluang untuk kita mengerahkan kemampuan untuk memberi solusi bagi kesulitan masyarakat, ini bisa jadi salah satu cara untuk meraih hati pemilih,” kata Yena kepada dara.co.id melalui sambungan telepon, Jumat (26/6/2020).
Dengan keterbatasan, menurut Yena, masyarakat justru bisa lebih memanfaatkan potensi daerah yang ada. Seperti konsumsi beras, misalnya masyarakat biasanya mengkonsumsi beras dari luar kota seperti Cianjur atau Sumedang, nah saat ini bisa memaksimalkan konsumsi beras dari daerah sendiri supaya perputaran ekonomi pun tidak berhenti.
Contoh lain, Yena menyebutkan banyak hal yang sudah dilakukannya seperti mensosialisasikan tani pekarangan. Walaupun tidak di semua daerah, Ia hanya menerapkan tani pekarangan di apotek Al Ma’soem karena setiap hari tingkat kunjungan begitu tinggi, maka diharapkan mereka bisa melihat dan meniru hal tersebut untuk diterapkan di rumah masing-masing.
“Dengan krisis seperti ini, masyarakat menunggu ketidakpastian, Saya berharap mereka bisa produktif walaupun tetap berada dirumah. Apa yang bisa Kita lakukan ya lakukanlah walaupun itu hanya sebatas menanam tanaman di halaman rumah, siapa tahu itu bisa menjadi peluang bisnis yang menghasilkan income,” ujar Yena.
Di sisi lain, potensi Kabupaten Bandung dianggap cukup menarik dibanding daerah lain oleh Yena, karena itu diperlukan pemimpin yang out of the box untuk bisa mengeksplore potensi daerahnya, jangan sampai pemimpin di Kabupaten Bandung itu auto pilot.
Terkait kampanye melalui daring, Yena menilai hal itu tidak efektif untuk dilakukan di Kabupaten Bandung karena faktor geografisnya yang belum memadai untuk sistem online. Tidak seperti di Kota Bandung misalnya, daring bisa lebih efektif.
Pihaknya juga sudah melakukan survey dan untuk efektifitasnya, daring itu ada di urutan ketiga hasil survey yang sudah dilakukannya. Sehingga dirinya akan tetap melakukan kampanye ke daerah tapi dengan protokol kesehatan yang ketat, karena masyarakat tetap berharap bisa bertemu langsung dengan calon pemimpinnya.
“Namun saya juga akan membatasi kunjungan dan jumlah masyarakat yang hadir menyesuaikan dengan aturan AKB. Intinya tidak ada alasan untuk tidak bertemu dengan masyarakat,” tegasnya.
Hal yang tak kalah penting, Yena juga melihat masih tingginya resiko kecurangan saat kampanyeu, menurutnya money politik masih sangat mungkin terjadi karena di situasi sulit yang tengah di hadapi masyarakat, pasti mereka sangat membutuhkan uang.
“Karena itu saya berharap masyarakat Kabupaten Bandung bisa melek, harus bisa memilih pemimpin yang visioner, kreatif dan inovatif,” pungkas Yena.***
Editor: Muhammad Zein