Bocah Warga Agrabinta Cianjur Ini Menderita Gizi Buruk, Mereka Butuh Bantuan

Rabu, 26 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhamad Bayu, balita penderita gizi buruk berusia 20 bulan anak pasangan Ahmidin (39) dan Alissa (31) warga Kampung Simpang Tilu RT 02/03, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur Jawa Barat butuhkan penanganan medis intensif.(Foto : purwanda/dara.co.id)

Muhamad Bayu, balita penderita gizi buruk berusia 20 bulan anak pasangan Ahmidin (39) dan Alissa (31) warga Kampung Simpang Tilu RT 02/03, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur Jawa Barat butuhkan penanganan medis intensif.(Foto : purwanda/dara.co.id)

Menurut Irvan, dengan kondisi berat badan yang sangat rendah, balita tersebut dikategorikan menderita gizi buruk.


DARA|CIANJUR– Muhamad Bayu, balita penderita gizi buruk berusia 20 bulan anak pasangan Ahmidin (39) dan Alissa (31) warga Kampung Simpang Tilu RT 02/03, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur Jawa Barat butuhkan penanganan medis intensif.

Kondisi Bayu sangat memperihatinkan. Selain kondisinya sangat kurus, badan balita itu juga kaku, dan tampak tonjolan tulang pipi serta tulang di bagian tangan dan kakinya.

Ibu kandung Bayu, Alissa, mengungkapkan saat dilahirkan Bayu yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara itu normal dengan berat badan 3,4 kilogram.

Namun saat anaknya itu beranjak untuk belajar berjalan, tepatnya saat berusia 13 bulan. Bayu mulai mengalami gejala gizi buruk.

“Saat itu kondisinya mulai sering sakit-sakitan. Mulai dari demam hingga panas tinggi,” kata Alissa, kepada wartawan, Rabu (26/5/2021).

Alisa mengaku, selama ini sudah berupaya mengobati anaknya itu, baik ke bidan desa, puskesmas hingga dirawat di rumah sakit.

“Sebenarnya sekarang juga sedang berobat jalan. Tapi, tidak ada perubahan. Kadang berat badannya naik, tapi dalam sehari bisa turun drastis,” ujar dia.

Disebutkan Alisa, berdasarkan keterangan medis, anaknya menderita gizi buruk marasmik dengan komplikasi penyakit liver, paru-paru dan lambung.

“Waktu itu sempat dirawat di rumah sakit Cianjur selama 28 hari, tapi dipulangkan,” kata Alisa.

Alisa berharap, anaknya bisa kembali mendapatkan perawatan medis secara intensif agar bisa segera sembuh.
Namun, ia mengaku tak punya biaya untuk pengobatan anak bungsunya itu.

“Kasihan lihat anaknya. Kondisinya tidak ada perubahan,” ucapnya lirih.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi mengatakan, telah menginstruksikan puskesmas setempat untuk segera melakukan penanganan.

“Sedang ditangani. Kita akan segera rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan berkelanjutan, gratis,” kata Irvan.

Menurut Irvan, dengan kondisi berat badan yang sangat rendah, balita tersebut dikategorikan menderita gizi buruk.

“Pemeriksaan terakhir berat badannya 8 kilogram. Idealnya memang dengan usia segitu kisaran 15-16 kilogram,” ucapnya.

Irvan berharap, setelah nanti menjalani perawatan di rumah sakit selama 1-2 minggu, kondisi kesehatannya bisa membaik.

“Kita bantu anak ini untuk tumbuh dan berkembang normal seperti anak yang lainnya,” tandas Irvan.

 

Editor : Maji

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional
Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal
Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
Rusak Akibat Pergerakan Tanah, PU Sukabumi Perbaiki Jalan Cikaso-Ciguyang
Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Daftar Kloter Jemaah Haji Asal Garut Sudah Dirilis, Terbagi dalam Lima Kloter Pemberangkatan
Dukung Program Ketahanan Pangan, Pemkab Cirebon Panen Raya Jagung
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:52 WIB

Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:40 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia

Rabu, 26 Februari 2025 - 20:31 WIB

Rusak Akibat Pergerakan Tanah, PU Sukabumi Perbaiki Jalan Cikaso-Ciguyang

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:36 WIB

Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Berita Terbaru