Berdasarkan hasil swab antigen, 13 tenaga kesehatan di Puskesmas Sindangkerta, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19.
DARA – Belasan tenaga kesehatan itu diduga terpapar saat melakukan kunjungan ke sejumlah desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sindangkerta untuk menyosialisasikan antisipasi penyebaran dan penularan Covid-19.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy, mengungkapkan belasan tenaga kesehatan itu kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing karena seluruh tenaga kesehatan yang terpapar itu tidak mengalami gejala.
“Diduga terpapar saat melakukan kunjungan ke sejumlah desa dan banyak berinteraksi dengan masyarakat. Kondisi mereka sudah cukup baik, karena tidak ada yang mengalami gejala. Sehingga dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” kata Irvan, kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).
Irvan menyebutkan, untuk sementara pelayanan di puskesmas tersebut ditutup hingga tiga hari kedepan. “Kami lakukan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment. Agar kasus terkonfirmasi tidak terus meluas,” ucapnya.
Disebutkan Irvan, terpaparnya belasan tenaga kesehatan itu menjadi kasus kali kedua yang terjadi di Kabupaten Cianjur.
“Sebelumnya ada juga para tenaga kesehatan di Puskesmas Cibinong yang juga sempat terpapar. Kami, terus lakukan evaluasi untuk mengantisipasi dan mencegah kembali terjadi kasus serupa,” jelasnya.
Sebelumnya, sebanyak 16 tenaga kesehatan di Puskesmas Cibinong, Kabupaten Cianjur Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR. Diduga belasan tenaga kesehatan itu terpapar dari pasien.
Petugas Kesehatan Puskesmas Cibinong, dr Rahardian mengungkapkan terungkapnya belasan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu setelah dilakukan tes PCR rutin terhadap 43 tenaga kesehatan di puskesmas setempat.
Rahardian menyebutkan, pihaknya memaksimalkan upaya deteksi dini (Testing), penelusuran kontak erat (Tracing), dan perawatan pasien (Treatmen) untuk mengetahui penyebab terpaparnya belasan tenaga kesehatan itu.
“Benar dari 43 Tenaga Kesehatan yang dilakukan tes PCR yang rutin dilakukan puskesmas, didapatkan hasil sebanyak 16 tenaga kesehatan positif Covid-19. Sementara, kami menduga terpapar dari pasien,” kata Rahardian, kepada wartawan, Jumat (11/6/2021).***
Editor: denkur