Dua Pasar Tradisional akan Direvitalisasi, Bupati Bandung Minta jangan ada Lagi Pasar Kumuh

Selasa, 10 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat meninjau Pasar Banjaran dan Soreang (Foto: Verawati/dara.co.id)

Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat meninjau Pasar Banjaran dan Soreang (Foto: Verawati/dara.co.id)

Dua pasar tradisional di Kabupaten Bandung, yakni Pasar Banjaran dan Pasar Majalaya akan direvitalisasi. Mewujudkan pasar tertata dan nyaman.


DARA – “Kita akan jadikan pasar sehat. Masterplannya sudah selesai, tinggal nanti proses lelang dan lain-lain. Insyaa Allah tahun ini bisa groundbreaking, sehingga keberadaannya nanti bisa dinikmati oleh semua pedagang, menjadi pasar modern dan andalan warga sekitar,” ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna di sela kunjungan kerjanya ke Pasar Banjaran, Selasa (10/8/2021).

Selain kedua pasar tersebut, bupati akan menginstruksikan jajarannya untuk melihat pasar mana lagi yang perlu dilakukan intervensi, sehingga tidak ada lagi pasar tradisional yang kumuh.

Selain itu, bupati juga akan mengkolaborasikan dengan pasar desa seperti di wilayah Pangalengan.

“Sampai saat ini Pangalengan juga belum selesai, kita masih lakukan komunikasi dengan pemerintah desa setempat. Saya ingin pasar-pasar di Kabupaten Bandung tidak lagi kelihatan kumuh. Melainkan pasar yang betul-betul sehat dan bisa menjadi pusat perbelanjaan baik lokal, regional, nasional bahkan internasional,” kata bupati.

Selain meninjau Pasar Banjaran, bupati beserta jajarannya juga berkunjung ke Pasar Soreang yang saat ini tengah proses pembangunan.

Bupati melihat kondisi pasar di Ibu kota kabupaten itu sudah mulai rapi. Ia pun meminta agar kondisi itu dipertahankan.

“Jangan sampai dibiarkan becek, yang pada akhirnya membuat siapapun tidak nyaman. Pembangunan yang bagian depan ini saya minta lebih cepat. Kita ingin segera launching untuk operasional, paling lambat di bulan Februari di tahun 2022. Tapi kalau bisa dipercepat lagi,” kata bupati.

Terkait masalah sampah, bupati meminta agar sampah pasar dikelola dan dikoordinasikan dengan baik. Karena biasanya, makin lama keberadaan pasar, pengelolaan sampah makin tidak teratur.

“Pasar kalau sudah lama itu pasti timbul masalah sampah. Nah ini harus kita olah. Jangan sampai sampah semakin bertumpuk, Disperindag kolaborasi DLH. Bagaimana penanganan sampah organik, anorganik dan lainnya, sehingga pasar ini bisa nyaman, bisa dikategorikan pasar moderen dan diminati pengunjung,” ujarnya.***

Editor: denkur

Berita Terkait

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah
Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Kang Demul Bakal Ngantor di Daerah, Ini Sebutan Kantor Gubernur Jabar di 5 Wilayah
Simak Nih, Jadwal Penerapan Contraflow dan One Way Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:33 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:11 WIB

Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan

Berita Terbaru