Hilman Hidayat secara aklamasi terpilih jadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2021-2026.
DARA – Hilman didaulat jadi Ketua PWI Jabar itu dalam konferensi di Hotel Horison, Bandung, Rabu dan Kamis (18-19/8/2021).
Konferensi bertema “Pers Merdeka Wartawan Kompeten” itu dilaksana secara hybrid dengan memanfaatkan teknologi. Diikuti para pengurus PWI kabupaten/kota di Jabar secara jarak jauh.
Dihadiri Ketua Umum PWI Atal S Defari, Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi serta Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Zulharmans.
Tak ada calon lain hanya Hilman yang sebelumnya Plt Ketua PWI Jabar, sehingga pemilihan dilangsungkan secara aklamasi, maka mengkerucut 431 anggota PWI yang hadir sepakat memilih Hilman Hidayat jadi Ketua PWI Jabar periode 2021-2026.
Ketua Panitia Konferprov PWI Jabar Agus Dinar dalam laporannya memaparkan pelaksanaan konferprov digelar dalam situasi pandemi Covid-19. Karena itu pelaksanaanya sangat mempertimbangkan penerapan pada protokol kesehatan yang disyaratkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan himbauan PWI Pusat.
“Dari 431 anggota diberlakukan mekanisme mandataris dan sistem hybirid lewat aplikasi zoom. Kami sangat berhati-hati dalam menggelar acara ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Jabar terpilih Hilman Hidayat mengatakan konferensi yang digelar PWI setiap lima tahun sekali merupakan agenda yang penuh dinamika dan demokratis dalam memilih para pengurus PWI Jawa Barat.
“Terbentuknya kepengurusan baru, maka PWI Jawa Barat diharapkan bisa memberi gambaran organisasi yang bisa mengikuti kemajuan jaman. PWI diharapkan bisa menjadi organisasi yang bisa beradaptasi dengan perubahan teknologi. Disrupsi bisa mempengaruhi profesi kita. Sebagai organisasi profesi bagaimana caranya kita beradaptasi dengan teknologi,” tuturnya.
Ia menambahkan pihaknya sudah berkeliling ke para pengurus PWI di daerah. Banyak usulan yang dihimpun untuk masuk dalam program organisasi ke depan. Diharapkan program kerja yang disusun kepengurusan PWI Jawa Barat 2021-2026 bisa memperkuat eksistensi organisasi.
“Persaingan organisasi profesi sudah semakin ketat, di daerah itu banyak forum-forum wartawan yang lobinya lebih kuat,” pungkas Hilman.***
Editor: denkur