Ada anggota dewan dan sejumlah jajarannya di DPRD Kabupaten Cirebon dinyatakan positif Covid-19. Gedung dewan pun sempat dilockdown sejak tanggal 12 Desember hingga hari ini.
DARA | CIREBON – Jubir Satgas Penanganan Covid 19 yang juga Kabag Humas Pemkab Cirebon, Nanan Abdul Manan mengatakan, keputusan lockdown berdasarkan rapat pimpinan dewan.
Nanan tidak menjelaskan berapa jumlah anggota dewan yang positif corona itu. Namun, yang jelas diketahui setelah Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 Kabupaten Cirebon, melakukan tes swab kepada seluruh anggota dewan dan jajarannya, 8 dan 10 Desember 2020 kemarin.
Selama dilakukan lockdown, sejumlah anggota dewan dan jajaran lainnya akan diberlakukan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO).
“Ada beberapa kegiatan yang masih dilakukan di kantor, tapi sangat dijaga protokol kesehatannya,” kata Nanan, Selasa (15/12/2020).
Masih adanya aktivitas di kantor, karena masih banyak agenda yang harus dilakukan DPRD Kabupaten Cirebon akhir tahun ini. Salah satunya pembahasan mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Cirebon, tahun 2021.
Saat ini pembahasan RAPBD masih dalam tahap evaluasi gubernur. Jika evaluasi dari gubernur sudah selesai, maka anggota dewan akan melakukan penyempurnaan hasil evaluasi gubernur.
“Hal tersebut sangat penting untuk segera diselesaikan. Kalau aktivitas di DPRD berhenti total, maka nantinya bisa menghambat penetapan APBD 2021,” ujar Nanan.***
Editor: denkur