Ada Kejanggalan, Keluarga TKW Meninggal Dunia di Yordania Desak Autopsi

Senin, 2 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DARA | CIANJUR – Keluarga almarhumah Ani bin Iin (36), tenaga kerja wanita asal Kampung Cidalung RT 07/03, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendesak dilakukan autopsi terhadap jenazah keluarganya itu. Wanita berusia 36 tahun itu meninggal dunia di Yordania, Senin (5/8/2019).

Desakan keluarga tersebut menguat dengan sejumlah kejanggalan yang ada pada proses pemulangan dan saat jenazah almarhumah akan di makamkan di kampung halamannya.

Assosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Kabupaten Cianjur yang ditunjuk pihak keluarga sebagai kuasa hukum akan melakukan sejumlah upaya untuk menguak penyebab pasti dari meninggalnya pahlawan devisa itu.

Ketua Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan, menyebutkan, kejanggalan tersebut di antaranya tidak ada berita acara resmi tentang meninggalnya Ani dan saat kepulangan jenazah hanya dinas terkait dan asosiasi yang datang.

“Sementara orang Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) atau kementerian luar negeri tidak ada,” ujar Ali Hildan, kepada wartawan, Senin (2/9/2019).

Selain itu, lanjut Ali, saat akan dimakamkan jenazah Ani banyak mengeluarkan darah, seperti pada bagian telinga dan lubang bagian bawah. Bahkan, menurut dia, kejanggalan semakin menguat dengan surat keterangan dari dokter di Yordania yang menyebutkan, Ani meninggal karena ada luka dalam pada bagian perut.

“Namun, untuk penyebab lukanya tidak dijelaskan,” katanya.

Ia menuturkan, setelah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga almarhumah, pihaknya mendesak untuk membongkar makam untuk keperluan autopsi. “Keluarga ingin terang benderang, apa penyebab dari meninggalnya almarhumah ini,” ujarnya.

Ali meminta  dinas terkait, PWNI, dan kementerian mengusut tuntas kasus tersebut. Ia juga berharap, semua pihak bisa memberikan pengawasan kepada TKI di luar negeri terutama di Timur Tengah, agar kejadian serupa bisa dihindari.

Kepala Bidang Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Riki Ardhi Hikmat, mengatakan, jenazah Ani bin Iin asal Kecamatan Naringgul itu sudah dipulangkan ke tanah air dan dimakamkan pada Sabtu (31/8/2019) lalu.

”Kami dikabari oleh KBRI setempat terkait meninggalnya Ani, almarhumah ditemukan meninggal di depan sebuah kontrakan milik warga negara Mesir,” kata Riki, seraya menjelaskan, kematian Ani sudah diinformasikan sejak 9 Agustus lalu.

Hanya, lanjutnya pula,  perlu penelusuran lebih dulu terkait identitas dan alamat Ani di Cianjur agar jenazah dapat dipulangkan. Ia menambahkan, status profesi dan keberangkatan Ani yang belum jelas ikut menghambat proses pemulangan.

Almarhumah, menurut dia,  ternyata tidak memiliki majikan atau diberangkatkan oleh perusahaan, sehingga tidak ada pihak yang bisa bertanggungjawab untuk memulangkan Ani. Berdasarkan pengembangan informasi, Ani kabur dari rumah majikan terakhirnya pada 2011.

Alamrhumah diketahui bekerja di sana selama sebulan sebelum akhirnya menjadi TKW kaburan/luaran. “Ini yang masih kami telusuri lebih lanjut, di mana dan kepada siapa almarhumah bekerja, karena berkaitan dengan pemenuhan hak-hak almarhumah juga jika memang ada,” ukarnya Ali.

Masih menurut dia, Ani sebenarnya sudah dua kali berangkat ke Yordania. Pertama kali berangkat pada 2004 dan kembali ke kampungnya pada 2010.

Di tahun yang sama, Ani berangkat kembali untuk menjadi TKW. Tapi diduga keberangkatan tersebut tidak terdata di Pemkab Cianjur, karena yang bersangkutan tidak melapor.

Menurut dia, saat ini keluarga dan pemerintah terkait pun mengupayakan hak-hak almarhumah dipenuhi selama bekerja di sana. Setidaknya, barang-barang pribadi milik Ani yang saat ini diamankan pengadilan setempat agar dapat diserahkan kepada keluarga.***

Wartawan: Purwanda | Editor: Ayi Kusmawan

 

Berita Terkait

Kang Demul Bakal Ngantor di Daerah, Ini Sebutan Kantor Gubernur Jabar di 5 Wilayah
DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1446 H
Serahkan Zakat ke Baznas, Bupati Sukabumi Bilang Begini
H-3 Lebaran, Arus Mudik di Tol Cisundawu Ramai Lancar
Pantau Jalur Nagreg Bersama Wakapolri, Ali Syakieb Berpesan Begini buat Pemudik
Update Mudik Lebaran : Nagreg Masih Lancar, Lonjakan Arus Diprediksi Terjadi Sore Hari
Ramadan Penuh Makna: McDonald’s Indonesia Ajak Komunitas Pengemudi Ojek Online serta Anak Yatim Buka Puasa Bersama
PNM Berangkatkan Ratusan Peserta: Mudik Aman Sampai Tujuan BUMN 2025
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Kang Demul Bakal Ngantor di Daerah, Ini Sebutan Kantor Gubernur Jabar di 5 Wilayah

Minggu, 30 Maret 2025 - 19:30 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1446 H

Jumat, 28 Maret 2025 - 23:53 WIB

Serahkan Zakat ke Baznas, Bupati Sukabumi Bilang Begini

Jumat, 28 Maret 2025 - 23:46 WIB

H-3 Lebaran, Arus Mudik di Tol Cisundawu Ramai Lancar

Jumat, 28 Maret 2025 - 23:33 WIB

Pantau Jalur Nagreg Bersama Wakapolri, Ali Syakieb Berpesan Begini buat Pemudik

Berita Terbaru

CATATAN

GEJOLAK KOREA SELATAN MK Tanpa ‘Dissenting Opinion’

Minggu, 6 Apr 2025 - 09:19 WIB