Target mereka kalangan remaja. Karena jika generasi muda hancur, maka hancurlah masa depan sebuah bangsa.
| Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) di bawah kepemimpinan Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail berkomitmen untuk melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Hal itupun sejalan dengan program Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bandung Barat yang mendeklarasikan bersama anti narkoba di SPN Polda Jabar, Jalan Kolmas, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Rabu (10/12/2025).
"Deklarasi Bersama Anti Narkoba ini sebagai wujud komitmen bersama antara Pemkab Bandung Barat, para stackeholder dan masyarakat luas. Sesuai dengan Bandung Barat Amanah, Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif dan Harmonis, yang Bersinar (bersih narkoba)," ujar Jeje, saat memberikan sambutan pada Acara Deklarasi Bersama Anti Narkoba dan Launching Program P4GN SKSK.
Keseriusan Pemkab Bandung Barat dalam memerangi narkoba tersebut, karena persoalan narkoba bukan hanya masalah kriminal saja, akan tetapi ini menjadi senjata penghancur masa depan.
Mereka sambung Jeje memproduksi narkoba sekaligus mengedarkannya dengan secara terstruktur, rapi dan agresif.
Target mereka kalangan remaja. Karena mereka tahu, jika generasi muda hancur, maka hancurlah masa depan sebuah bangsa.
"Bandung Barat, tidak kebal. Bandung Barat tidak boleh lengah. Kita punya data, kita punya kasus dan kita sudah bisa melihat sendiri bahwa penyalahgunaan narkoba bisa masuk lewat gawai, pertemanan, lingkungan. Bahkan rumah kita sendiri," paparnya.
Oleh karena itu, Jeje mengajak seluruh stackeholder di Bandung Barat untuk bekerja sama menggerakkan kebijakan dan aksi nyata P4GN melalui beberapa aksi.
Kebijakan tersebut antara lain mengintegrasikan upaya P4GN dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk dalam RPJMD dan rencana aksi daerah, agar pencegahan narkoba menjadi agenda strategis lintas sektor.
Selain itu, diharapkan menguatkan program sekolah Bersinar dengan kolaborasi antara Dinas Pendidikan KBB, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Pripinsi Jabar serta Kemenag.
Kebijakan lainnya, mendorong Desa Bersinar melalui kerja sama dengan. Kesbangpol, Apdesi, dan Perangkat Desa sehingga masyarakat memiliki ketahanan terhadap ancaman peredaran narkoba.
Tidak kalah pentingnya, kebijakan untuk memerangi narkoba ini, dengan memperkuat pengarusutamaan P4GN DI lingkungan ASN, termasuk tes urine.
Sementara, Kepala BNNK Bandung Barat, AKBP Agus Widodo, S.Si, SH,M.A.P mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen BNNK Bandung Barat untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan pelajar terhadap ancaman narkoba.
Selain itu, kegiatan inipun untuk menguatkan kolaborasi dan sinergitas seluruh stakeholder, pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan pemerintahan desa, dalam kegiatan P4GN.
"Kegiatan ini juga, mendorong percepatan terwujudnya Sekolah Bersinar dan Desa Bersinar di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat," ucapnya.
Ia juga mengatakan kegiatan deklarasi inipun pihaknya menghadirkan berbagai stackeholder seperti Kepala BNNP Jawa Barat BJP M. Arief Ramdani, S.I.K, Bupati Bandung Barat, Kepala SPN Polda Jabar AKBP Dede Yudy Ferdiansyah, S.I.K., M.I.K, Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H, Dandim 0609 Cimahi Letkol Inf Ratno.
Kemudian Kepala Kemenag KBB, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan KBB, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa, Ketua Kwartir Cabang Pramuka KBB, Ketua Apdesi Kabupaten Bandung Barat, Kepala BNNK Cimahi, Kepala BNNK Cianjur, Vice President Bank Mandiri Regional VI Jawa Barat dan Vice President Area Braga Jawa Barat dan sejumlah siswa serta para guru.
"Selain yang hadir di sini (SPN), acara Deklarasi ini juga dihadiri secara offline sekolah-sekolah yang ada di KBB," ucapnya.
Editor: Maji
