Logo
Featured Image
Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia, Nanik Nanik S. Deyang menaiki becak listrik bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto, di halaman pendopo Kabupaten Cirebon, Minggu (7/12/2025).(Foto: Bambang/dara)
Daerah

100 Abang Becak Lansia di Cirebon Terharu Dapat Becak Listrik Presiden

Bagi Mereka Terasa Hidupnya Berubah

Jurnalis
Wartawan Maji
Editor Tim Redaksi 8 Desember 2025

“Kita ingin mereka punya tempat mangkal yang jelas dan ramai wisatawan,” kata Agus.


DARA| Suasana haru menyelimuti halaman pendopo Kabupaten Cirebon, Satu per satu pebecak lanjut usia yang rambutnya telah memutih, tangan keriput, namun tetap bekerja demi keluarga menerima becak listrik pemberian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Minggu (7/12/2025).  

Total 100 becak listrik dibagikan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia, dan diserahkan langsung Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman.

Agus menyampaikan rasa terima kasih mewakili masyarakat Cirebon. Ia menilai, bantuan ini bukan sekadar alat transportasi tetapi “napas baru” bagi para pebecak lansia.

“Umumnya mereka hanya dapat sekitar Rp 25 ribu sehari. Dengan becak listrik ini, mudah-mudahan penghasilannya bisa naik tiga kali lipat. Apalagi tidak perlu bayar sewa,” ujar Agus.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan menyiapkan fasilitas pengisian daya untuk mendukung operasional para pebecak tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, Agus berencana membangun terminal khusus becak listrik serta menempatkannya di kawasan wisata agar para pebecak memiliki titik mangkal yang strategis.

Dua lokasi yang sedang dipertimbangkan: Makam Sunan Gunung Jati dan Area Batik Trusmi.

“Kita ingin mereka punya tempat mangkal yang jelas dan ramai wisatawan,” kata Agus.

Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia, Nanik, menegaskan bahwa bantuan ini murni dari dana pribadi Presiden, bukan menggunakan anggaran pemerintah.

Menurutnya, Presiden prihatin melihat banyak pebecak lansia yang masih harus mengayuh dengan tenaga fisik.

“Kalau becak listrik, tinggal pencet saja. Mereka tidak perlu lagi mengeluarkan tenaga berat,” ujarnya.

Tahun ini, yayasan tersebut telah menyalurkan 3.500 unit ke berbagai daerah, dan total distribusi sejak tahun lalu mencapai lebih dari 4.000 unit. Harga satu becak listrik mencapai Rp 22 juta, sehingga pihak yayasan meminta pemerintah daerah ikut mengawasi agar kendaraan tersebut tidak dialihkan ke pihak lain.

Nanik menjelaskan alasan mengapa bantuan diberikan dalam bentuk becak, bukan modal usaha.

“Para pebecak ini sudah puluhan tahun hidup dari becak. Memaksa mereka buka usaha lain justru berisiko. Dengan becak listrik, mereka tetap di bidang yang mereka kuasai tapi lebih mudah dan bisa bersaing,” tegasnya.


Bagi para pebecak lansia di Cirebon, becak listrik ini bukan sekadar kendaraan baru. Ini adalah pengakuan atas kerja keras, sekaligus peluang untuk menikmati sisa usia dengan lebih ringan tanpa harus memeras keringat seperti dulu.


Editor: Maji


 

Opini Pembaca