Logo
Featured Image
Foto: Istimewa
Nasional

225 Peserta Ikuti Audisi “Cari Talent Anyar Season 2” , Inavoice Pilih 16 Voice Over Talent Baru

Jurnalis
Wartawan Redaksi
Editor Denkur 15 Agustus 2026

DARA | Inavoice Voice Over Agency telah menyelesaikan rangkaian audisi voice over talent bertajuk “Cari Talent Anyar Season 2”.

Sebanyak 225 peserta mengikuti audisi voice over talent yang berlangsung pada 20-24 Juli 2026. Dari ratusan peserta tersebut, sebanyak 16 voice over talent terpilih untuk bergabung menjadi bagian dari jaringan talent Inavoice.

Antusiasme peserta menjadi salah satu hal yang menonjol dalam pelaksanaan audisi tahun ini. Jumlah pendaftar yang mencapai 225 peserta berada di luar perkiraan tim Inavoice. 

Selain menunjukkan tingginya minat terhadap bidang voice over, peserta yang mengikuti audisi juga menghadirkan berbagai karakter suara dengan kemampuan penyampaian yang berbeda-beda. Kondisi tersebut membuat proses seleksi menjadi cukup menantang karena tim Inavoice perlu menentukan talent yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan audisi.

Program Director Inavoice, Punto, menyebut pelaksanaan audisi tahun ini berlangsung dengan antusiasme yang tinggi. Banyaknya peserta yang mendaftar sekaligus beragamnya karakter suara yang ditemukan menjadi salah satu hal yang berada di luar perkiraan tim Inavoice.

“Seru banget! Nggak nyangka bakal sebanyak ini yang daftar. Banyak banget variasi suaranya. Mereka juga antusias banget dan benar-benar di luar perkiraan Inavoice. Sempat dilema dalam memilih siapa yang lolos, tapi karena kita punya goal tersendiri, kita pilih yang paling sesuai dan cocok dengan kebutuhan audisi ini,” ujar Punto, dalam rilis, Sabtu (15/8/2026).

Dari keseluruhan sampel suara yang diterima, karakter suara casual dan formal menjadi jenis yang paling banyak ditemukan. Selain kedua karakter tersebut, cukup banyak peserta yang menunjukkan kemampuan voice character dan dinilai memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan proyek yang membutuhkan karakter suara lebih ekspresif.

Keberadaan peserta dengan kemampuan voice character menjadi salah satu temuan yang cukup menonjol dalam proses seleksi. Dari 16 talent yang terpilih, karakter suara yang dimiliki cukup variatif dan terdapat talent dengan kemampuan voice character yang sebelumnya belum tersedia dalam jaringan Inavoice.

Kehadiran karakter-karakter tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan suara yang dapat ditawarkan kepada client untuk berbagai kebutuhan produksi, khususnya proyek yang membutuhkan karakter suara tertentu.

Pemilihan talent dilakukan berdasarkan beberapa aspek utama, yaitu kualitas membaca, kemampuan menerjemahkan brief, serta kualitas alat yang digunakan untuk menghasilkan sampel suara. Kemampuan membaca tidak hanya dilihat dari kejelasan artikulasi, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam menyampaikan naskah sesuai konteks dan karakter yang dibutuhkan.

Sementara itu, kemampuan menerjemahkan brief menjadi salah satu aspek penting untuk melihat sejauh mana peserta dapat memahami arahan dan menyesuaikan gaya pembacaan dengan kebutuhan sebuah proyek.

Hasil audisi tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai beragamnya kebutuhan karakter suara dalam industri voice over.

Sebelumnya, Cari Talent Anyar Season 2 dibuka untuk memperkuat ketersediaan talent Inavoice, khususnya dalam memenuhi kebutuhan proyek Digital License/Social Media dan Dubbing. Karakter suara yang ditemukan selama proses audisi kemudian menjadi tambahan bagi jaringan Inavoice untuk menjawab kebutuhan produksi yang semakin beragam.

Perkembangan produksi konten digital membuat penggunaan voice over semakin luas. Suara tidak hanya digunakan dalam iklan dan video korporasi, tetapi juga dalam konten media sosial, video promosi, digital ads, audiobook, e-learning, hingga dubbing.

Setiap kebutuhan tersebut dapat memerlukan pendekatan suara yang berbeda. Penyampaian formal dapat digunakan untuk kebutuhan korporat, sementara karakter yang lebih casual, cheerful, natural, atau ekspresif dapat digunakan untuk membangun kedekatan dengan audiens dalam berbagai format konten digital. 

Kondisi tersebut juga berlangsung di tengah perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam produksi audio. Berbagai teknologi suara sintetis kini dapat menghasilkan audio dengan lebih cepat dan menjadi salah satu alternatif dalam proses produksi.

Namun, kebutuhan terhadap voice over manusia tetap memiliki ruang dalam industri karena karakter, interpretasi, emosi, improvisasi, dan kemampuan memberikan nuansa tertentu pada sebuah naskah menjadi bagian yang penting dalam berbagai proyek.

Keberagaman karakter yang ditemukan dalam audisi menjadi salah satu gambaran bahwa kebutuhan terhadap suara manusia dengan karakter yang spesifik masih terbuka.

Bagi Inavoice, penambahan talent bukan hanya berkaitan dengan jumlah jaringan, tetapi juga dengan kemampuan menyediakan pilihan suara yang semakin luas bagi client. Semakin beragam karakter yang tersedia, semakin banyak pula kemungkinan untuk menemukan talent yang sesuai dengan identitas, kebutuhan komunikasi, dan target audiens sebuah proyek.

Setelah proses seleksi selesai, sampel dari 16 talent terpilih akan dikembangkan menjadi bagian dari profile talent Inavoice. Para talent tersebut selanjutnya resmi menjadi bagian dari jaringan voice over talent Inavoice dan dapat dipertimbangkan untuk berbagai kebutuhan project yang sesuai dengan karakter suara dan kemampuan mereka.

Tidak terdapat aturan khusus yang membatasi bentuk kerja sama setelah talent bergabung sehingga kesempatan untuk bekerja bersama Inavoice dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan project dan kecocokan antara talent dengan client.

Sementara itu, sampel dari peserta yang belum terpilih tidak langsung dianggap selesai. Sampel tersebut akan tetap disimpan oleh Inavoice dan dapat menjadi bahan pertimbangan pada kesempatan berikutnya, termasuk ketika terdapat kebutuhan pitching atau sebuah project membutuhkan karakter suara yang sesuai dengan sampel yang telah dikirimkan. 

Dengan demikian, proses audisi tidak hanya menghasilkan 16 talent baru, tetapi juga menambah referensi karakter suara yang dapat dipertimbangkan Inavoice untuk kebutuhan di masa mendatang.

Bagi 16 talent yang terpilih, bergabung dengan Inavoice menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman dan membuka peluang kerja sama dalam berbagai project voice over. Sementara bagi Inavoice, kehadiran talent baru memberikan tambahan pilihan suara yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan client yang semakin beragam.

“Semoga kita bisa lanjut kerja samanya, bisa sama-sama berkembang jadi lebih baik, dan sama-sama menyehatkan industri voice over ini,” ujar Punto dalam rilis, Sabtu (15/8/2026).

Punto juga menyampaikan pesan bagi peserta yang belum berhasil terpilih dalam audisi. Tidak lolos dalam satu proses seleksi dinilai bukan berarti seorang peserta tidak memiliki potensi untuk menjadi voice over talent. Setiap karakter suara memiliki kebutuhan dan kesempatan yang berbeda sehingga pengalaman mengikuti audisi dapat menjadi bagian dari proses untuk terus mengembangkan kemampuan. 

"Jangan pantang menyerah, jangan kecewa. Nggak lolos di audisi Inavoice bukan berarti kamu nggak cocok jadi voice over talent. Semua suara pasti ada kesempatannya masing-masing. Ibarat kata, Messi itu bukan Ronaldo, tapi mereka sama-sama ciamik!” ujar Punto.

Melalui Cari Talent Anyar Season 2, Inavoice tidak hanya mendapatkan tambahan 16 voice over talent baru, tetapi juga menemukan berbagai karakter suara yang dapat memperkaya jaringan talent untuk kebutuhan produksi berikutnya.

Tingginya jumlah peserta dan keberagaman sampel yang diterima menjadi gambaran bahwa minat terhadap profesi voice over masih terbuka luas. Ke depan, Inavoice berharap dapat terus membangun kerja sama dengan talent baru sekaligus berkontribusi dalam perkembangan industri voice over yang semakin dinamis.

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca