Logo
Featured Image
Massa Aliansi Masyarakat Garut Bersatu (Magatu) melakukan aksi damai di halaman Kantor Bupati Garut, menyampaikan aspirasi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (22/6/2026)(Foto: Istimewa)
Daerah

Aliansi Masyarakat Garut Bersatu (MAGATU) Gelar Aksi Damai, Dukung Keberlanjutan Program MBG, Perbaikan Menu hingga Pengawasan  

Wartawan Agus Andre
Editor Denkur 23 Juni 2026

DARA | Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Garut Bersatu (Magatu) melakukan aksi damai di halaman Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (22/6/2025). Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Lapangan aksi, Restik Permatasari, mengatakan bahwa aksi dari Aliansi Magatu ini  merupakan bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak.  

“Semuanya aman dan terkendali. Kami masyarakat Garut Bersatu hanya ingin menyampaikan aspirasi kami yaitu pertahankan program MBG,” ujarnya di halaman Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (22/6/2026).

Menurut Resik, bahwa Program MBG merupakan program yang sangat baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia yang telah menghadirkan program tersebut.  

Meski demikian, Restik menyebutkan bahwa masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi dan diperbaiki yang berkaitan dengan program MBG tersebut, mulai dari kasus korupsi yang saat ini tengah menjadi perhatian publik, persoalan menu, hingga gizi.

“Usut tuntas semua kasus korupsi MBG, perbaiki menu dengan layak, lalu harus sesuai dengan segala macam yang ingin menjadikan rakyat ini menjadi sehat, menjadi baik, Gizi bagi anak-anak kami sangat dibutuhkan,”ucapnya.

Resik menuturkan, selama ini menu dalam program MBG sering kali dikeluhkan oleh penerima manfaat, sehingga ia mendorong agar dapur SPPG ataupun BGN harus memperbaiki dan memperhatikan gizi anak. Ia menilai, kebutuhan gizi bagi anak-anak sangat diperlukan untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Resik menyampaikan, bahwa aksi yang dilakukan MAGATU ini murni merupakan aksi damai tanpa adanya keinginan untuk berdialog dan bersitegang dengan pihak manapun..

Pihaknya, ungkap Restik, hanya ingin menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat. dan berharap aksi damai ini didengar dan mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan pihak terkait.

"Kami yakin pemerintah tidak tuli, dan kami yakin gerakan ini akan membawa perbaikan ke depan. Kami hanya masyarakat kecil yang merasakan langsung manfaat Program MBG dan berharap program ini tetap dipertahankan serta terus ditingkatkan kualitasnya," katanya.***

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca