Logo
Featured Image
Nasional

Atalia Praratya Dorong FK.KIM Jadi Garda Terdepan Penjaga Nilai Empat Pilar Kebangsaan di Ruang Digital

Jurnalis
Wartawan deram
Editor Tim Redaksi 30 Desember 2025

DARA — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Atalia Praratya, menegaskan pentingnya penguatan peran komunitas informasi masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital. 

 

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Forum Komunikasi Komunitas Informasi Masyarakat (FK.KIM) Kota Bandung, yang digelar di Bandung belum lama ini.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas konstitusional MPR RI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014, yaitu melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh elemen masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Atalia Praratya menyampaikan apresiasi kepada anggota FK.KIM Kota Bandung yang selama ini berperan penting sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat. 

 

Ia menyebut, meskipun tidak selalu tampil di ruang publik, peran FK.KIM sangat menentukan kualitas informasi yang beredar di tengah masyarakat.

 

“Bapak dan Ibu mungkin tidak selalu tampil di depan layar, tetapi justru memegang peran kunci dalam menjaga agar informasi yang sampai ke masyarakat tetap benar, utuh, dan bertanggung jawab,” ujar Atalia.

 

Atalia menjelaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar agenda formal,melainkan upaya strategis untuk memastikan nilai-nilai dasar bangsa benar-benar dipahami dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa yang majemuk hanya dapat berdiri kokoh apabila seluruh elemen masyarakat memiliki pemahaman yang sama terhadap fondasi kebangsaan.

 

“Indonesia ini ibarat rumah besar dengan penghuni yang sangat beragam. Rumah sebesar ini hanya bisa berdiri kokoh jika pondasinya dipahami, dijaga, dan dirawat bersama. Empat Pilar Kebangsaan adalah fondasi itu,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Atalia menyoroti tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia di era digital. Ia mengungkapkan bahwa wajah Indonesia hari ini sangat dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi masyarakat melalui gawai dan media sosial. Berdasarkan laporan Status Literasi Digital Indonesia 2022, media sosial telah menjadi sumber utama informasi masyarakat, melampaui televisi, media cetak, maupun situs resmi pemerintah.

 

Indonesia bahkan tercatat sebagai negara dengan jumlah pengguna TikTok terbesar di dunia, dengan lebih dari 157 juta pengguna, serta rata-rata waktu penggunaan hampir 42 jam per bulan. Di sisi lain, berbagai survei menunjukkan bahwa media sosial kerap menjadi sumber misinformasi dan disinformasi, termasuk hoaks, ujaran kebencian, dan narasi yang berpotensi menggerus nilai kebangsaan.

 

Atalia juga mengutip hasil survei Populix (Agustus 2023) yang menunjukkan sekitar 65 persen anak muda Indonesia merasa semangat nasionalismenya menurun, dengan 71 persen di antaranya menyebut media sosial sebagai faktor yang sangat berpengaruh terhadap kondisi tersebut.

 

“Artinya, ruang digital hari ini bukan lagi sekadar ruang hiburan. Ia telah menjadi ruang pembentukan cara berpikir, cara bersikap, bahkan cara mencintai atau tidak mencintai bangsanya sendiri, ” ungkap Atalia.

 

Dalam konteks inilah, Atalia menilai FK.KIM Kota Bandung memiliki posisi yang sangat strategis. Sebagai komunitas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, FK.KIM diharapkan mampu menjadi penjaga arus informasi agar tidak liar dan menyesatkan, sekaligus menjadi agen penyebar nilai-nilai kebangsaan yang membumi dan mudah dipahami.

 

“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini menjadi sangat relevan bagi FK.KIM. Nilai Pancasila, semangat persatuan, dan penghargaan terhadap keberagaman perlu terus disampaikan dengan cara yang adaptif, termasuk di ruang digital,” ujarnya.

 

Kegiatan ini menghadirkan Uu Nurul Huda selaku Ketua Program Studi

Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai pemateri utama yang mengulas Empat Pilar Kebangsaan dari perspektif hukum dan kebangsaan. Diskusi dipandu oleh Dr. Merdi Hajiji, SE, MM, MH, MSi, Tenaga Ahli DPR RI, yang mendorong dialog interaktif antara narasumber dan peserta.

 

Menutup sambutannya, Atalia berharap kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi ruang refleksi, pembelajaran, dan kolaborasi berkelanjutan.

 

“Saya berharap FK.KIM Kota Bandung terus diperkuat kapasitasnya, sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ruang informasi yang sehat, inklusif, dan berkeadaban. Mari kita jaga Bandung dan Indonesia melalui informasi yang benar dan nilai kebangsaan yang kuat,” pungkasnya.

Opini Pembaca