| Anggota MPR RI Atalia Praratya, kembali menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tingkat masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI yang digelar di Gedung PKK Kota Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh peserta Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dari Kecamatan Bojongloa Kidul, Kecamatan Babakan Ciparay, dan Kecamatan Bandung Kulon.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut merupakan amanat konstitusional MPR RI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014. Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika disosialisasikan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di tingkat komunitas dan kewilayahan.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Atalia Praratya menekankan bahwa lembaga kemasyarakatan kelurahan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan kohesi sosial masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan akan lebih efektif dihidupkan apabila ditanamkan dan dipraktikkan oleh para penggerak masyarakat yang bersentuhan langsung dengan warga.
“Empat Pilar Kebangsaan tidak boleh berhenti sebagai konsep normatif. Nilai-nilai tersebut harus hadir dalam praktik keseharian masyarakat, mulai dari cara bermusyawarah, menyelesaikan persoalan sosial, hingga menjaga toleransi di lingkungan masing-masing,” ujar Atalia.
Atalia juga menyoroti berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti melemahnya semangat gotong royong, meningkatnya individualisme, serta dampak arus informasi digital yang kerap memicu kesalahpahaman dan polarisasi sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, menegaskan pentingnya sosialisasi Empat Pilar yang berkelanjutan dan menyentuh langsung lapisan masyarakat paling bawah.
“Kekuatan bangsa Indonesia terletak pada masyarakatnya. Ketika nilai Pancasila kuat di tingkat kelurahan, maka ketahanan sosial bangsa juga akan semakin kokoh,” tambahnya.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini menghadirkan Dr. Neneng Hayati, S.E., M.M., CRM, dosen Universitas Ekuitas Indonesia, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Dr. Neneng menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam tata kelola organisasi kemasyarakatan dan kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan sangat relevan dalam membangun kepemimpinan komunitas yang berintegritas, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Ia juga menyoroti peran lembaga kemasyarakatan sebagai ruang pembelajaran nilai etika, tanggung jawab sosial, serta penguatan solidaritas warga.
Kegiatan berlangsung secara dialogis dan interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga kerukunan warga dan mengelola dinamika sosial di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Atalia Praratya berharap para peserta dapat menjadi agen penguat nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan di wilayahnya. Ia mendorong agar pemahaman yang diperoleh tidak berhenti pada forum sosialisasi, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong.
“Dari kelurahan, kita rawat Indonesia. Ketika nilai-nilai kebangsaan benar-benar hidup di masyarakat, maka persatuan dan masa depan bangsa akan semakin terjaga,” tutup Atalia Praratya.
