Bapenda Kabupaten Sukabumi gelar diseminasi petugas pendataan potensi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
| Kegiatan ini untuk mendorong kemandirian fiskal dan mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Berlangsung secara hybrid, Selasa (21/7/2026).
Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Bapenda Kab Sukabumi, Hari Ramdani, mengatakan, PKB dan BBNKB adalah sumber PAD yang sangat potensial, sehingga membutuhkan keakuratan dan pemutakhiran data objek pajak.
"Kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali petugas lapangan dengan teknologi digital terbaru melalui pemanfaatan aplikasi Srikandi Jawara (Sistem Registrasi Identitas Kepemilikan Kendaraan Bermotor Pribadi Jawa Barat), agar pendataan dapat berjalan cepat, efektif, dan terintegrasi," ujarnya.
Hari Ramdani juga mengatakan diseminasi ini memiliki arti yang sangat strategis, terbukti dari tingginya antusiasme peserta. Sebanyak 911 orang petugas verifikasi yang terdiri dari 18 petugas tingkat kecamatan, 33 petugas tingkat desa/kelurahan, dan 860 petugas pendataan tingkat RW Baik langsung maupun virtual.
Sementara itu Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri, menegaskan bahwa kemandirian fiskal adalah kunci keberhasilan pembangunan suatu daerah.
"Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu mencakup pendapatan dan belanja untuk mendukung pembangunan daerah," tegasnya.
Herdy mengajak seluruh petugas, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, hingga tingkat RW untuk bersinergi dalam memajukan daerah.
"Pajak yang terkumpul pada akhirnya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, dan pendidikan," ujarnya.***
