| Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung di bawah kepemimpinan Ibrahim Imaduddin Islam mencatat sejumlah capaian selama masa kepengurusan 2022–2026.
Sebanyak 208 terlaksana yang melibatkan dan dilaksanakan HIPMI Kota Bandung dengan jumlah mencapai 5.500 partisiapn, disertai penguatan sistem keanggotaan, pemberdayaan wirausaha, serta perluasan akses investasi.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan kepengurusan yang secara resmi memasuki masa demisioner dalam agenda Musyawarah Cabang XI BPC HIPMI Kota Bandung yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Minggu (20/9/2026).
Selama sekitar empat tahun terakhir, BPC HIPMI Kota Bandung juga menandatangani sembilan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai pihak. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan membuka ruang kolaborasi bagi pengusaha muda.
Dari sisi keanggotaan, kepengurusan Ibrahim mencatat penambahan 215 anggota baru. Jumlah tersebut disebut sebagai rekrutmen anggota terbesar sepanjang sejarah BPC HIPMI Kota Bandung.
Penguatan organisasi juga dilakukan melalui Badan Semi Otonom HIPMI Perguruan Tinggi. Sebanyak 2.700 anggota tercatat bergabung dalam wadah tersebut, memperluas ruang keterlibatan mahasiswa dalam ekosistem kewirausahaan dari 26 kampus se-Bandung Raya.
“Buat saya, angka-angka ini bukan sekadar capaian kepengurusan. Di balik 208 kegiatan, ada orang-orang yang meluangkan waktu, ada pengurus yang bekerja, dan ada anggota yang mau bergerak bersama. Itu yang paling penting,” kata Kang Ibam, sapaan akrabnya.
Dalam aspek pemberdayaan wirausaha, program HIPMI Academy menjadi salah satu upaya kepengurusan untuk memperkuat kapasitas dan akses pengembangan usaha bagi anggota.
Sepanjang masa kepengurusan, program tersebut mencatat penyaluran modal usaha senilai Rp750 juta. Selain itu, sebanyak 40 orang mendapatkan beasiswa melalui program HIPMI Academy.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengusaha muda agar memiliki bekal pengetahuan sekaligus dukungan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.
Sementara itu, melalui HIPMI Investor Club, BPC HIPMI Kota Bandung memfasilitasi investasi dengan nilai mencapai Rp5,3 miliar selama satu periode kepengurusan.
Inisiatif tersebut menjadi salah satu langkah organisasi dalam mempertemukan pelaku usaha dengan peluang investasi dan membuka akses terhadap sumber pembiayaan alternatif.
Kang Ibam mengatakan, tantangan organisasi bukan hanya menghadirkan program, melainkan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh anggota.
“Kami tidak ingin HIPMI hanya ramai ketika ada acara. Kami ingin anggota pulang membawa sesuatu, bisa berupa pengetahuan, relasi, akses modal, atau peluang usaha. Kalau itu terjadi, berarti organisasi ini benar-benar bekerja," kata Kang Ibam.
Menurutnya, capaian yang diraih selama kurang lebih empat tahun terakhir tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak. Pengurus, anggota, senior, pendahulu, dan mitra strategis memiliki peran dalam menjaga roda organisasi tetap berjalan.
“Tidak semua yang kita mulai bisa selesai dalam satu periode. Karena itu, yang paling penting bukan siapa yang memulai atau siapa yang menyelesaikan, tetapi bagaimana apa yang sudah dibangun ini bisa terus dilanjutkan,” ujarnya.
Dari sisi komunikasi publik, kegiatan BPC HIPMI Kota Bandung selama kepengurusan Ibrahim tercatat menghasilkan 150 artikel pemberitaan di berbagai media.
Publikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan program, aktivitas, serta kontribusi HIPMI dalam mendorong perkembangan dunia usaha dan ekonomi di Kota Bandung.
Secara keseluruhan, berbagai capaian tersebut menjadi gambaran perjalanan kepengurusan Ibrahim dalam memperkuat organisasi melalui program, jejaring, dan kolaborasi.
Memasuki masa demisioner, Ibrahim berharap fondasi yang telah dibangun bersama dapat menjadi pijakan bagi kepengurusan berikutnya.
“HIPMI ini rumah bersama. Setelah kami selesai menjalankan amanah, rumah ini harus tetap hidup, semakin ramai, dan semakin banyak manfaatnya. Apa yang kami kerjakan hari ini mudah-mudahan bisa menjadi bekal bagi teman-teman yang melanjutkan,” tuturnya.
Dengan berakhirnya masa kepengurusan, BPC HIPMI Kota Bandung memasuki fase berikutnya dengan membawa pengalaman, jejaring, dan fondasi kerja yang telah dibangun secara kolektif.
Bagi Kang Ibam, keberhasilan sebuah kepengurusan pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari seberapa jauh program tersebut mampu membuka kesempatan bagi orang lain untuk tumbuh.
“Terima kasih untuk semua yang sudah berjalan bersama. Kami mungkin belum bisa menjawab semua harapan, tetapi kami sudah berusaha memberikan yang terbaik dengan segala keterbatasan yang ada,” jelasnya.
