"Ulah bodo katotoloyo. Teu ngarti, api-api ngarti," ucapnya dalam bahasa Sunda.
DARA|Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta stakeholder atau pemangku kepentingan tingkat desa ikut menggerakan Kopersi Desa Merah Putih. Dirinya optimis koperasi ini bisa menggerakan ekonomi kerakyatan.
Untuk mendukung program koperasi ini, pada tahun 2026 mendatang Dadang akan menyiapkan penyertaan modal sebesar Rp10 miliar untuk minimal 100 KDMP dan masing-masing mendapatkan Rp100 juta.
"Tahun 2026 nanti saya siapkan Rp10 miliar ini berupa penyertaan modal. Setiap desa akan diberi Rp100 juta. Ya syaratnya koperasinya harus sudah aktif," katanya.
Untuk itu Kang DS, begitu ia disapa meminta bantuan Kepala Desa, BPD, Ketua KDMP, Ketua BUMDes turun ke tingkat dusun. Ajak pak RT/RW diskusi dan mensosialisasikan tujuan pemerintahkan membentuk koperasi merah putih. Koperasi ini dari oleh untuk anggota koperasi.
Kang DS juga berharap kepada para pengurus KDMP untuk memperhatikan dan mempersiapkan lima komponen ini.
Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham tentang digitalisasi; Kedua, big data; Ketiga, riset and development ; keempat, institusi yang kuat, dan kelima mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.
"Kedepan saya berharap kalau sudah selesai pendataan di masing-masing dusun, baik eksisting yang sudah ada maupun rencana proyeksi yang akan digarap, contohnya disaat tidak punya kolam bisa dengan cara membuat bioflok untuk budidaya ikan," ujarnya.
Bupati Bedas menyebutkan satu dapur MBG itu rata-rata membutuhkan 40 bioflok. Untuk membuat bioflok, katanya, ada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung, untuk menyiapkan anggaran.
Kang DS mencontohkan KDMP Pulosari Kecamatan Pangalengan yang sudah berjalan, diproyeksikan pendapatan bersih bisa mencapai Rp 1,6 miliar per tahun. Desa bisa mendapatkan keuntungan dari SHU (Sisa Hasil Usaha) sebesar 20 persen atau sekitar Rp 320 juta.
Bupati mengatakan untuk modal usaha KDMP bisa menggunakan ADPD (Alokasi Dana Perimbangan Desa) dari APBD Kabupaten Bandung.
"Tetapi dengan catatan, melalui musyawarah desa di masing-masing desa," harapnya.
Melalui program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto ini, kata Kang DS, maka akan terjadi ekonomi inklusif, ekonomi kerakyatan, dan uang akan berputar di rakyat.
"Karena program presiden ini sebagai bentuk kanyaah ke rakyat. Tumbuhnya ekonomi kerakyatan, sesuai harapan Presiden," harapnya.
"Program MBG ini tidak kurang dari Rp 5,4 triliun setahun. Ini dihitung dari 361 dapur MBG, dan 1,263 juta jiwa penerima manfaat. Dari Rp5,4 triliun, tidak kurang dari Rp3,4 triliun untuk belanja kebutuhan bahan makanan," imbuhnya.
Bupati berujar, desa juga bisa menambah penyertaan modal, tetapi berdasarkan musdes (musyawarah desa). Nantinya desa mendapatkan keuntungan dari usaha KDMP untuk membangun di lingkungan desa masing-masing.
"Euweuh anu bisa di jero beuteung, nu penting urang daek ikhtiar, daek diajar, kudu bodo alewoh. Ulah bodo katotoloyo. Teu ngarti, api-api ngarti," ucapnya dalam bahasa Sunda.
"Saya ingin masyarakat sejahtera. Jika KDMP berjalan, saya yakin angka pengangguran bakal menurun. Masyarakat bakal sejahtera. Dengan adanya KDMP bisa sukses untuk pembangunan di desa masing-masing," katanya.
Editor: Maji
