Logo
Featured Image
Foto: Kasi Sarpras SMP Zetta Nusantara Putra (baju merah bata) dan Kabid SMPAdi Janwar Priadi (baju dinas) saat mengecek ambruknya sejumlah bangunan di SMPN 1 Kalapanunggal akibat angin kencang (Foto: Istimewa)
Daerah

Dua Pejabat Penting Disdik Kabupaten Sukabumi Gercep Tinjau Ambruknya Sejumlah Bangunan di SMPN 1 Kalapanunggal, Simak Penjelasannya

Jurnalis
Wartawan Denkur
Editor Tim Redaksi 6 Oktober 2025

DARA | Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi gerak cepat tangani rubuhnya sejumlah bangunan di SMPN 1 Kalapanunggal.

Kabid SMP Adi Janwar Priadi dan Kasi Sarpras Zetta Nusantara Putra langsung meluncur ke lokasi, Senin (6/10/2025). Melakukan kroscek terhadap apa yang terjadi sebenarnya.

Adi Janwar dalam keterangannya kepada dara.co.id mengatakan, akan direkap terlebih dahulu lalu secepatnya diusulkan untuk segera dilakukan perbaikan bangunan yang rubuh tersebut.

Sedangkan Zetta Nusantara Putra menuturkan SMPN 1 Kalapanunggal tahun ini mendapatkan bantuan rehab satu lokal ruang kelas dari anggaran APBD.

"Untuk ruang perpustakaan yang rubuh kita tetap diusahakan diperbaiki meski memang belum skala prioritas," ujar Zetta.

Zetta juga mengatakan, atap yang rubuh sekitar 6 meter dari ujung bangunan ke ketengah harus dibongkar. Harus dipotong jangan sampai ada hubungan antara atap yang dibongkar dengan atap yang masih bagus.

"Sisanya yang diluar 6 meter juga gentengnya sudah pada rusak pada bocor dan lain sebagainya," ujarnya.

Memang dengan kondisi seperti ini, lanjut Zetta tidak mungkin pemeliharaan dari sekolah. Ini harus rehab berat paling nunggu dari anggaran dinas.

"Mudah-mudahan tahun depan karena sekolah ini belum masuk RKPD (Rencana Kerja Perangkat Daerah)," ujarnya.

"Tahun ini kan kita sedang menghadapi revitalisasi. Namun, kita ajukan saja, sebab rivitalisasi bisa sekaligus," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, hujan deras disertai angin kencang terjadi di Desa Makasari Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu kemarin pukul 17.15 WIB, 6 Oktober 2025.

Kepala SMPN 1 Kalapanunggal, Dedi Junaedi, SPd, MM dalam laporannya menuturkan, dampak angin kencang tersebut membuat sejumlah bangunan sekolah rusak parah.

Beruntung tak ada korban jiwa, sebab fenomena alam tersebut terjadi saat libur sekolah.

Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan oleh pihak I dan saksi-saksi, kerusakan yang terjadi meliputi atap dua ruang kelas sebagian besar genteng lepas/pecah dan rangka atap patah berat.

Juga ruang perpustakaan sebagian besar genteng lepas/pecah dan rangka atap patah berat.

Kepsek Dedi berharap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi segera melakukan perbaikan agar ruang tersebut kembali secepatnya bisa digunakan.

Editor: denkur

Opini Pembaca