|Lagu Karatagan Bandung Barat, cukup populer di kalangan masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pada momen-momen tertentu, baik acara resmi maupun tidak resmi, lagu tersebut sering dinyanyikan atau diputar dari sebuah rekaman.
Tapi tahukah, siapa pencipta lagu yang nuansanya menggelorakan semangat tersebut?
Mungkin hanya sebagian masyarakat Bandung Barat yang tahu persis sang pencipta lagu itu. H. Ase Rukmantara, demikian nama pencipta Lagu Karatagan Bandung Barat dan Himne Bandung Barat, yang namanya cukup dikenal di kalangan seniman Sunda.
Pada saat puncak peringatan HUT RI ke-80/ 2025, Ase mendapat penghargaan dari Pemkab Bandung Barat.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail memberikan penghargaan tersebut secara langsung.
Tidak cukup di situ, Bupati didampingi Wakil Bupati Asep Ismail menyambangi kediaman H. Ase Rukmantara, pencipta lagu Karatagan Bandung Barat dan Himne Bandung Barat, di RW 13 Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, KBB, Senin (25/8/2025).
Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk penghormatan kepada sang maestro seni yang karyanya telah menjadi identitas daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Jeje Ritchie sempat berkolaborasi dengan Ase. Jeje yang biasanya menabuh drum, memetik gitar sedangkan Ase memainkan seruling.
Duet maut Jeje-Ase mempersembahkan kembali lagu Karatagan Bandung Barat di hadapan sang istri serta Wakil Bupati Asep Ismail.
Momen sederhana itu menjadi bukti kedekatan antara pemimpin daerah dengan pelaku seni yang karyanya telah melegenda.
“Hari ini saya ketemu langsung dengan Pak H. Ase Rukmantara, pencipta lagu Karatagan dan Himne Bandung Barat. Tahun 2008 beliau memenangkan sayembara, namun hingga kini lagunya belum terdaftar secara resmi ke HAKI," kata Jeje.
Ia berniat untuk merapihkan administrasi kedua lagu tersebut, sehingga resmi dimiliki Pemda, sementara nama pencipta tetap akan diabadikan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud apresiasi pemerintah terhadap karya seni lokal.
"Lagu ini sering kita dengar dalam upacara atau acara resmi, tapi banyak yang belum tahu siapa penciptanya. Hari ini kita saksikan langsung, luar biasa jiwa seninya. Saya sendiri sebagai musisi merasakan nilai seni yang beliau tanamkan. Tadi pun kami sempat berkolaborasi, Pak Ase main suling, saya main gitar, dan suaranya masih sangat bagus,” tutur Jeje dengan penuh antusias.
Dalam perbincangan hangat itu, Jeje juga menyampaikan komitmennya mendukung pembangunan Masjid Al-Bakri yang menjadi harapan H. Ase Rukmantara. Pemkab Bandung Barat, kata Jeje, telah mengalokasikan bantuan senilai Rp50 juta untuk mendukung pembangunan tersebut.
Sementara itu, H. Ase Rukmantara menegaskan bahwa karyanya adalah persembahan abadi bagi Kabupaten Bandung Barat.
“Saya berharap lagu ini tidak akan berubah selama Bandung Barat berdiri. Isinya kami ambil dari moto-moto luhur para pemimpin Bandung Barat, agar masyarakat selalu rapih, tangguh, dan berwibawa. Apalagi kini terasa visi misi AMANAH dari Bapak Bupati yang selaras dengan harapan masyarakat,” ucapnya.
Ia juga berharap pemerintah tidak hanya mengapresiasi karyanya, tetapi juga memberikan ruang lebih luas bagi para seniman lokal untuk berkarya dan berkembang.
Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa karya seni bukan sekadar hiburan, melainkan juga identitas yang melekat pada suatu daerah. Dengan dukungan nyata dari pemerintah, Bandung Barat berkomitmen menjaga warisan budaya sekaligus mendorong lahirnya generasi seniman baru yang mampu mengharumkan nama daerah.l
