| Sebuah gudang tempat pembuatan kusen kayu di Kampung Bayongbong RT 003 RW 005, Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, dilalap si jago merah pada Kamis (23/7/2026).
Tak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kapolsek Bayongbong, Polres Garut, Iptu Mahmudi, mengatakan insiden kebakaran yang menimpa gudang tempat pembuatan kusen kayu milik Dadi Supriadi (47), seorang wiraswasta asal Kampung Cigandok, Desa Karya Mekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. itu terbakar sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.
"Usai menerima laporan, personel Polsek Bayongbong langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan TKP serta membantu penanganan bersama instansi terkait," ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Menurut Mahmudi, berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui saat saksi yang sedang tidur di lokasi mendengar suara letusan kecil dari bagian belakang gudang. Karena mengira suara tersebut tidak berbahaya, saksi kembali beristirahat. Namun tak lama kemudian terdengar teriakan warga yang memberitahukan adanya kebakaran.
"Saat melihat ke dalam gudang, api telah membakar sebagian besar tumpukan kayu. Saksi kemudian menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga.
Warga bersama petugas berupaya memadamkan api hingga akhirnya sekitar 30 menit kemudian Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut berhasil mengendalikan kobaran api," ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Mahmudi menyebutkan, akibat kejadian tersebut, bangunan gudang berukuran sekitar 20 x 23 meter itu mengalami kerusakan berat, dengan hanya menyisakan bagian depan yang tidak terbakar.
Pihaknya, lanjut Mahmudi, telah melakukan serangkaian tindakan berupa menerima laporan, melakukan olah TKP, dokumentasi, serta pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta," ujarnya.
Mahmudi menuturkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik pada bagian atap belakang gudang. Meski demikian, menurutnya, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik," katanya.***
