Logo
Featured Image
Asep Yoga Prayoga (47), warga Kampung Cadas Gorowong RT 04 RW 06 Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terkulai lemas di RSUD Cibabat, Kota Cimahi, Selasa (27/1/2026).(Foto: heny/dara)
Bandungraya

Kantongi BPJS Mandiri, Tak Mampu Bayar Biaya Rawat Inap, Anggota DPRD KBB: Adakah Solusi Lain?

Jurnalis
Wartawan Maji
Editor Tim Redaksi 27 Januari 2026

Penderitaan Asep bertambah dengan beban pikiran biaya pembayaran sepanjang ia dirawat.


DARA| Asep Yoga Prayoga (47), warga Kampung Cadas Gorowong RT 04 RW 06 Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih terkulai lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi, Selasa (27/1/2026).

Ia divonis menderita Tuberkulosis (TBC) dan kini komplikasi dengan penyakit lainnya. Penderitaan Asep bertambah dengan beban pikiran biaya pembayaran sepanjang ia dirawat.

BPJS yang ia pegang masih bersifat mandiri, sehingga tetap harus bayar biaya perawatannya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB, Hj. Ida Widaningsih mengungkapkan jika kondisi keuangan Asep saat ini kurang mampu.

Sehari-hari Asep hanya sebagai buruh harian lepas, sehingga tidak jelas penghasilannya. Terlebih belakangan penyakitnya kambuh, otomatis tidak memiliki uang.

"BPJS-nya kan mandiri, mau dialihkan ke BPJS pemerintah, tetap harus  bayar dulu biaya premi yang nunggak Rp10 juta," beber Ida, Selasa (27/1/2025).

Ida sendiri mencoba mengupayakan biar BPJS Asep dialihkan menjadi BPJS subsidi dari  pemerintah. Ia menghubungi Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, terkait persoalan itu. Pada intinya, Dinkes siap membantu proses pengalihan tersebut, setelah persoalan dengan BPJS mandiri dituntaskan.

Kemudian, ia menghubungi BPJS Bandung Barat. Namun sayangnya, hal itu tidak bisa dilakukan karena pihak BPJS, tetap harus melunasi tunggakan itu.

"Saya mencoba koordinasi dengan BPJS Bandung Barat, tapi jawabannya sama harus dibayarkan dulu tunggakannya. Katanya sih itu, kebijakan pusat," beber Ida.

Persoalan yang dihadapi pasien itu sudah jelas jika dia tidak memiliki uang. Lagipula, pasien tidak faham tentang urusan mutasi dari BPJS mandiri ke BPJS dengan bantuan pemerintah.

"Akibat ketidaktahuan Pak Asep, begini akhirnya. Tapi apakah tidak ada solusi lain dari perintah, atau BPJS sendiri? Masa orang yang kurang mampu ini dibiarkan," ucap politisi dari PDIP ini.

Ia berharap ada kebijakan lain, untuk menangani pasien kurang mampu tersebut. "Jadi tolonglah ada pengecualian jika dihadapkan dengan warga seperti ini," harapnya.

Editor: Maji

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca