Logo
Featured Image
Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik.(Foto: Ist)
Jabar

Kepala DPMPTSP Jabar Tekankan Pentingnya Daya Saing UMKM di Tengah Iklim Investasi yang Tinggi

Para Finalis Aksara Jabar 2025 Jadi Agen Perubahan

Jurnalis
Wartawan Maji
Editor Tim Redaksi 13 September 2025

" UMKM kita harus mampu menguasai rantai pasok, bukan hanya berada di ujung produksi,” tambahnya.


DARA| Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat bersama komunitas Startup Bandung, sukses menggelar Final Pitching AKSARA Jabar 2025, Jumat (12/9/2025).

Program ini menjadi ajang akselerasi wirausaha Jawa Barat, untuk memperkuat ekosistem UMKM sekaligus membuka peluang kolaborasi dan investasi.

AKSARA Jabar dirancang sebagai inkubasi dan akselerasi bisnis yang membantu pelaku usaha lokal memahami pertumbuhan berkelanjutan, meningkatkan komunikasi dengan investor, serta membangun jejaring usaha yang berdampak pada ekonomi, sosial dan lingkungan. Tahun ini, program mengusung tema besar Ready to Collabs dengan tiga tahap, yakni Ready to Collab, Ready to Scale Up, dan Ready to Invest.

Program tersebut berhasil menjaring 1.470 pendaftar dari seluruh Jawa Barat. Sebanyak 427 peserta mengikuti tahap awal berupa sesi masterclass, kemudian 50 pelaku usaha terpilih masuk tahap inkubasi. Dari jumlah itu, 18 peserta lolos ke final pitching, yang terbagi dalam empat sektor: teknologi, pertanian, ekonomi kreatif, serta makanan dan minuman.

Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik menekankan pentingnya daya saing UMKM, di tengah iklim investasi yang tinggi.

"Kita harus mengantisipasi derasnya produk luar negeri, khususnya dari Tiongkok, agar Indonesia tidak hanya menjadi negara konsumtif. Di sinilah trust (kepercayaan) dan branding menjadi kunci keberhasilan. Kita belajar dari Singapura, yang sukses bukan karena produksi masif, melainkan karena kemasan, nilai tambah, dan rantai distribusi yang kuat,” ujar Dedi Taufik.

Ia juga menyoroti pentingnya menguasai rantai pasok, agar UMKM tidak sekadar berhenti di produksi. “Inilah realitas yang harus kita ubah. UMKM kita harus mampu menguasai rantai pasok, bukan hanya berada di ujung produksi,” tambahnya.

Lebih jauh, ia berharap para finalis bisa menjadi agen perubahan. “Hari ini ada 18 finalis, dan mereka saya harapkan bisa menjadi pusat inkubator. UMKM lain bisa menjadi plasma yang tumbuh bersama, sehingga tercipta ekosistem wirausaha yang kuat. Pemenang bukan hanya mereka yang mendapat penghargaan, tetapi semua yang mampu melanjutkan produknya secara berkelanjutan,” tegasnya.


Editor: Maji

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca