Longsor terjadi di dua lokasi di ruas jalan Bagbagan-Kiaradua Sukabumi.
| Longsor terjadi setelah Sukabumi dan sekitarnya, termasuk wilayah Simpenan diguyur hujan deras selama dua hari pada Minggu dan Senin (11-12/1/2026).
Salah satu akibatnya akses jalan Bagbagan-Kiaradua tertutup tanah longsor dan tak bisa dilalui kendaraan.
Namun, PT GMB dan PT Golden gerak cepat mengirimkan dua alat berat untuk lakukan evakuasi tanah longsoran tersebut.
Deni Wahid Laksana, petugas PU/Penilik Jalan Nasional Bagbagan-Jampangkulon menuturkan, titik longsor pertama yaitu di km 164+500 sekitar daerah Cisarakan.
Sedangkan titik longsor kedua adalah di km 159+100 di daerah Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
"Terparah berada di sekitar Cisarakan, selain material longsor tebal Juga badan jalan yang tertutup cukup luas serta ada batu cukup besar," ujar Deni, Senin (12/1/2026).
"Dua alat berat, exca dan loader kami kerahkan, namun cuaca hingga saat ini masih ekstrem, hujan deras, hingga menghambat proses evakuasi," imbuhnya.
Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Kertajaya beserta Babinsa Desa Kertajaya berkoordinasi dengan pihak perusahan membantu evakuasi.
Babinsa Desa Kertajaya, Serda Zaiful Ansori mengatakan dua perusahaan yang berada di wilayah kecamatan Simpenan menurunkan alat berat guna membantu mempercepat evakuasi material longsor.
"Longsor di Kampung Pamunguan ini terjadi hari kemarin, sampai saat ini evakuasi belum selsai, jadi kami pemerintah Desa Kertajaya bersama dua perusahaan membantu dengan menurunkan alat berat untuk memper cepat evakuasi," kata Babinsa Desa Kertajaya, Serda Zaiful Ansori.
Editor: denkur
