Logo
Featured Image
Sekda Jawa Barat, Herman Suyatman meninjau lokasi perawatan korban keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/9/2025).(Foto: heny/dara)
Bandungraya

MBG Yang Dimakan Siswa hingga Keracunan di Bandung Barat Kiriman dari 2 SPPG

Pemprov Jabar Koordinasikan Lima Rumah Sakit untuk Penanganan

Jurnalis
Wartawan Maji
Editor Tim Redaksi 24 September 2025

Seluruh tenaga kesehatan dan penunjang juga dikerahkan untuk menangani para korban keracunan. 


DARA| Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Bandung Barat, dua hari ini mendapat perhatian dari Pemprov Jabar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suyatman meninjau lokasi perawatan korban keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/9/2025). 

Ia mengatakan, ada dua titik terbaru lokasi keracunan massal menu MBG di Kabupaten Bandung Barat, yaitu di Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, dan Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas. Mereka menerima kiriman makanan dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ada dua lokasi baru keracunan massal menu MBG di Kabupaten Bandung Barat, yaitu di Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor dan Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas. 

"Jadi kita hari ini tentu saja prihatin yah, ada 2 SPPG di KBB yang diduga menunya menyebabkan keracunan. Pertama kiriman dari SPPG Mekarmuktu, Kecamatan Cihampelas, dan SPPG Neglasari, Cipongkor," katanya.

Ia menambahkan, untuk SPPG Mekarmukti yang di Cihampelas kurang lebih ada 1.600 anak yang mendapatkan MBG mulai jenjang SD, SMP SMA dan setara MI juga MTs. 

"Yang teridentifikasi tadi ada 100 lebih karena dinamis 50 lebih tapi dinamis yang Cihampelas ini kami terus monitor," katanya. 

"Kedua di Cipongkor ada 3.800 anak yang dapat MBG dan teridentifikasi ada anak 500 yang mengeluh, dan langsung kita tangani  400 di Cipongkor dan 100 di Citaleum," imbuhnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, keluhan klinis yang dirasakan korban pada umumnya mual, sesak dan pusing, lemes dan ada juga yang kejang. 

"Tentu yang kami lakukan memastikan semua anak tertangani dengan baik itu yang pertama karena itu kami kerahkan petugas kesehatan bukan hanya KBB saja," katanya. 

Ia menyebut, seluruh tenaga kesehatan dan penunjang juga dikerahkan untuk menangani para korban keracunan di sejumlah titik yang ada di Kabupaten Bandung Barat ini. 

"Kita kerahkan ke sini berbagi di dua atau 3 lokasi dan Citaleum. Jadi sudah cek satu per satu tenaga medis memadai dan ambulan juga ya kami kerahkan bukan dari KBB saja tapi dari Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung," katanya. 

Lebih jauh dari itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit rujukan untuk memastikan penanganan medis darurat bagi korban dapat terlayani dengan baik. 

"Ada RSUD Cibabat, RS Dustira, RS Sartika Asih, RS Karisma, RS Cahaya Kawaluyaan, RSIA Kartini bahkan milik provinsi yakni RS Welas Asih kami siapkan juga," katanya. 

Masih kata dia, dengan mempersiapkan sejumlah RS rujukan tersebut setidaknya ketika ada lonjakan korban bisa tertangani dengan baik. Dengan begitu, penanganan medis para korban dapat berjalan maksimal. 

"Jadi apabila ada perkembangan selanjutnya jika ada 3800 sama 1600 kalau malam masih ada yang mengeluh kemudian ditangani ke rumah sakit itu sudah siap demikian obat-obatnya sudah kami drop semua," katanya. 

Ia menegaskan, pemantauan terhadap perkembangan kesehatan korban pun terus dilakukan. Termasuk kebutuhan penanganan lanjutan.

"Kalau korban yang kategori stabil ya hanya pusing mual tidak mengkhawatirkan kami arahkan untuk tetap di sini tapi dalam pemantauan bagi anak-anak yang kami khawatir kan terutama yang ada kejang ada sesak," katanya. 

"Jadi percayakan kepada pemda provinsi Jawa Barat, kami tangani secara profesional tepat dan cepat mudah-mudahan anak-anak semoga cepat pulih tidak ada yang terjadi," tandasnya. 


Editor: Maji

Opini Pembaca