Sepanjang tahun 2025 volume penumpang yang menggunakan kereta api di Kota dan Kabupaten Malang mencapai 1.243.974 pelanggan.
| PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat peningkatan volume angkutan penumpang sepanjang tahun 2025 dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024.
Pertumbuhan ini menunjukkan tren positif minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah Malang Raya.
Sepanjang tahun 2025, volume penumpang yang menggunakan kereta api di Kota dan Kabupaten Malang mencapai 1.243.974 pelanggan. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi pada tahun 2024 sebanyak 1.158.666 pelanggan, atau tumbuh 7 persen.
Di Wilayah Malang Raya sendiri, terdapat lima stasiun yang melayani mobilitas masyarakat, yakni Stasiun Malang, Stasiun Malang Kota Lama, Stasiun Lawang, Stasiun Kepanjen dan Stasiun Sumberpucung.
Kelima stasiun tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah, khususnya untuk perjalanan menuju kota-kota besar seperti Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Banyuwangi hingga Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pelanggan ini juga didorong oleh karakteristik wilayah Malang Raya yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata di Jawa Timur, khususnya wisata alam dan pegunungan.
Selain itu, peningkatan volume angkutan penumpang di tahun 2025 membuktikan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap layanan kereta api.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Malang Raya yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi pilihan. Peningkatan kinerja angkutan penumpang di tahun 2025 menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan pada tahun 2026," ujarnya.
"KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang,” imbuhnya dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (5/2/2026).
Mahendro menambahkan, pertumbuhan jumlah penumpang tersebut juga didukung oleh berbagai upaya peningkatan layanan yang secara konsisten dilakukan KAI Daop 8 Surabaya, mulai dari peningkatan fasilitas stasiun, keandalan operasional perjalanan kereta api, peningkatan kenyamanan sarana dan prasarana, hingga pelayanan pelanggan yang semakin optimal.
Selain itu, faktor keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan penumpang. KAI Daop 8 Surabaya juga akan terus melakukan inovasi layanan serta penyesuaian operasional pada tahun 2026 guna mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja angkutan penumpang menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, berkelanjutan, dan berdaya saing.
"KAI Daop 8 Surabaya akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan guna menjawab kebutuhan transportasi masyarakat yang semakin dinamis, serta mendukung konektivitas di wilayah Malang Raya," kata Mahendro.
Editor: denkur
