Logo
Featured Image
Foto: istimewa
Bandungraya

Puluhan Ibu-ibu Ikuti Operasi Gratis, DP2KBP3A Sebut Untuk Peringatan Hari Jadi KBB dan Harganas

Jurnalis
Wartawan Heni Suhaeni
Editor Denkur 24 Juni 2026

DARA | Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memberikan pelayanan  operasi dengan Metode Operasi Wanita (MOW)  terhadap 43 akseptor di RSIA Graha Medika Jalan Raya Padalarang, Rabu (14/6/2026).

Kepala DP2KBP3A KBB, Panji Hermawan menyebutkan akseptor kali ini berasal dari wilayah Kecamatan Padalarang, Ngamprah, Batujajar, Saguling, Cipatat dan satu akseptor dari Kecamatan Cipeundeuy, yang tidak terlayani pada saat pelayanan di RSUD Cikalongwetan.

Sebelumnya, operasi serupa diselenggarakan di RSUD Cikalongwetan untuk akseptor dari wilayah Kecamatan Cikalongwetan, Cipeundeuy, Cisarua dan Cipatat.

"Ini kegiatan kedua kalinya, untuk MOW dalam rangka Hari Jadi KBB ke-19 dan Harganas (Hari Keluarga Nasional) ke-33. Satu lagi kegiatan akan dilaksanakan pada Bulan Juli nanti untuk wilayan Cililin dan sekitarnya," ujar Panji.

Msing-masing wilayah diikuti oleh 43 akseptor disesuaikan dengan kemampuan  dokter yang melakukan operasinya. 

Untuk RSIA Graha Medika, dokter yang menanganinya Dr. dr. H. Ridwan Abdullah Putra, Sp.OG., Subsp. KFM., CH, yang juga sebagai staf ahli Setda KBB dibantu oleh seorang dokter lainnya. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur RSIA Graha Medika, dr. Alief Leishyah serta Tim Penggerak PKK KBB.

Ia menyatakan, jika pihaknya memanfaatkan momentun untuk pelayanan KB tersebut. Terlebih layanan KB yang bersifat Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti MOW atau Metode Operasi Pria (MOP).

Sedangkan anggaran untuk memberikan layanan MOW tersebut bersumber dari dana Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) tahun 2026.

"Kita terus berupaya setiap momen dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan  KB. Kita coba arahkan agar akseptor dengan KB MKJP," ucapnya 

Kepala Bidang KB/KR DP2KBP3A KBB, Aam Lia Kartipa mengatakan, Permintaan Masyarakat untuk ber-KB (PPM) pada tahun  2026 terdiri dari 86 akseptor.

Dalam momen Hari Jadi KBB dan Harganas saja, yang berhasil diberikan layanan MOW tersebut dari dua titik yakni di RSIA Graha Medika dan RSUD Cikalongwetan saja, sudah ada 86 akseptor.

"Insha Allah, tahun ini bisa lebih dari 100 persen. Selain dua titik tadi, kan bulan Juli juga 43 akseptor lagi," jelasnya.

Menurutnya program layanan MOW tersebut bisa berhasil berkat kerja sama yang baik antara dinasnya dengan Dinkes, RSUD Cikalongwetan, RSIA Graha Medika, Tim Penggerak PKK, para Penyuluh KB dan Pos KB Desa.

"Alhamdulillah berkat semua pihak, program yang kita jalankan bisa berjalan dengan lancar. Tentunya Ucapan terimakasih buat semua pihak," tuturnya lagi.

Sementara, Diani Listari (36) penduduk asal Cimareme menyatakan terbantu dengan adanya program MOW gratis yang digelar DP2KBP3A KBB.

"Ya bersyukurlah, karena kalau bayar sendiri lumayan mahal. Kalau BPJS juga, prosedurnya lumayan panjang," ungkapnya.

Ia cukup beralasan menjalani MOW. Saat ini, Diani sudah memiliki 4 anak yang jaraknya cukup berdekatan. "Bukan materi saja yang harus kita perhitungan (mengurus anak). Namun banyak pertimbangan lainnya," bebernya, seraya mengatakan jika operasi yang diikuti sudah mendapat persetujuan suaminya.

Kendati demikian, untuk menjalani MOW, ia memerlukan pemikiran yang panjang. Dan kali ini, Diani langsung mengambil kesempatan ber-KB dengan MKJP.

"Saya suka lupa kalau pakai pil atau lainnya. Makanya, berkonsultasi dengan suami dan nanya-nanya gimana baiknya. Ya akhirnya ambil MOW," pungkasnya.****

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca