Logo
Featured Image
Steering Committee (SC) Musyawarah Cabang (Muscab) HIPMI XI Kota Bandung menetapkan Yudi Budiana sebagai calon tunggal Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung periode 2026–2029.(Foto: deram/dara)
Bandungraya

SC Muscab HIPMI XI Tetapkan Yudi Budiana sebagai Calon Tunggal Ketum HIPMI Kota Bandung

Jurnalis
Wartawan deram
Editor deram 21 Agustus 2026

DARA | Steering Committee (SC) Musyawarah Cabang (Muscab) HIPMI XI Kota Bandung menetapkan Yudi Budiana sebagai calon tunggal Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung periode 2026–2029.

Penetapan tersebut dilakukan setelah SC menyelesaikan proses verifikasi terhadap berkas pendaftaran bakal calon ketua umum. Dari tiga nama yang sebelumnya mengambil formulir pendaftaran, hanya satu bakal calon yang mengembalikan formulir beserta persyaratan administrasi, yakni Yudi Budiana.

Ketua SC Muscab HIPMI XI, Archy Renaldy Pratama Nugraha, mengatakan proses pendaftaran sebelumnya diikuti tiga bakal calon. Ketiganya mengambil formulir pada waktu yang berbeda. Namun, pada tahap pengembalian formulir, hanya satu bakal calon yang menyerahkan kembali dokumen pendaftaran.

"Di awal ada tiga calon yang mengambil formulir. Kemudian dalam proses pengembalian, pada 17 Agustus 2026, ada tiga calon yang datang, tetapi yang mengembalikan hanya satu," kata Archy, dalam konferensi pers Penetapan Calon Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung di Amaroossa Hotel, Kota Bandung, Kamis (20/8/2026) malam.

SC kemudian melakukan verifikasi administratif sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang telah dipublikasikan sebelumnya. Hasilnya, seluruh persyaratan yang diajukan Yudi Budiana dinyatakan lengkap dan memenuhi ketentuan.

"Berdasarkan hasil verifikasi, semua persyaratan sudah dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat. Artinya, bakal calon atas nama Yudi Budiana kami tetapkan sebagai calon tunggal pada Muscab HIPMI XI," ujar Archy.

Dengan penetapan tersebut, Yudi menjadi satu-satunya kandidat yang akan dibawa ke forum Muscab HIPMI XI Kota Bandung.

Meski hanya terdapat satu calon, Archy menegaskan bahwa rangkaian Muscab tetap berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Menurutnya, keberadaan calon tunggal tidak serta-merta mengubah mekanisme organisasi yang menjadi kewenangan forum Muscab.

Ia menjelaskan, sejumlah agenda yang dalam kondisi terdapat lebih dari satu calon dapat berbentuk debat, dalam konteks Muscab HIPMI XI akan dikemas sebagai kuliah umum. Formatnya masih akan disesuaikan dengan perkembangan dan tren saat ini.

"Rangkaian-rangkaian sebenarnya tidak akan berubah signifikan. Walaupun debat, bahasa kami itu menjadi kuliah umum. Nanti mungkin bentuknya akan kami sesuaikan dengan tren saat ini," katanya.

Terkait kemungkinan aklamasi, Archy memilih tidak mendahului keputusan forum. Ia mengatakan aturan HIPMI memungkinkan mekanisme musyawarah mufakat, tetapi keputusan akhir tetap berada dalam forum Muscab.

"Kalau dilihat dari proses berdasarkan aturan HIPMI yang memungkinkan musyawarah mufakat, namun kita lihat dalam prosesnya memungkinkan hal lain," ujarnya.

Menurut Archy, Muscab tetap menjadi forum tertinggi untuk menentukan mekanisme pemilihan. SC nantinya akan menyampaikan seluruh laporan tahapan yang telah dilaksanakan, mulai dari pembukaan pendaftaran hingga proses verifikasi calon.

"Kami sebagai SC akan memberikan laporan dari apa yang telah kami lakukan dari mulai rangkaian pertama pembukaan. Kami akan reportkan di Musyawarah Cabang dan nanti mekanisme organisasi di Pleno 3, setelah pengurus demisioner, akan diserahkan kepada forum mekanisme terbaiknya bagaimana," kata Archy.

Sementara itu, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung periode 2023–2026, Ibrahim Imaduddin Islam, melihat munculnya calon tunggal sebagai bagian dari dinamika dan proses konsolidasi internal yang berlangsung sejak tahapan Muscab diumumkan.

"Selama jeda waktu antara bakal calon ketum yang ingin mengambil dan mengembalikan formulir, mereka sudah bertemu satu sama lain. Artinya sudah ada proses diskusi, menyampaikan aspirasi dan gagasan yang mungkin saat mereka bertemu akhirnya menemukan satu kesamaan visi dan bisa kerja bersama," ujar Ibam, sapaan akrabnya.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang sempat mengambil formulir pencalonan maupun mereka yang kemudian memilih tidak melanjutkan proses pendaftaran. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi dan persatuan menjadi salah satu pertimbangan dalam dinamika pencalonan kali ini.

"Apresiasi teman-teman yang mengambil formulir dan saat pengembalian hanya satu. Artinya teman-teman mengedepankan persatuan untuk HIPMI. Karena pada Muscab sebelumnya calon lebih dari satu. Dengan hanya ada calon tunggal, kita melihat persatuan jadi prioritas oleh mereka," katanya.

Namun, Ibam menegaskan keberadaan calon tunggal tidak berarti proses Muscab telah selesai. Status tersebut tetap harus mendapatkan legitimasi dari forum Muscab.

"Yang jadi perhatian, Muscab belum selesai. Masih ada tahapan dan agenda yang harus tetap dilaksanakan serta calon tunggal ini tetap wajib mengikuti rangkaian kegiatan. Dan di Muscab akan diputuskan apakah teman-teman anggota HIPMI menerima atau tidak. Jadi diputuskan di Muscab," ujar Ibam.

Dengan demikian, menurut Ibam, status sebagai calon tunggal bukanlah tiket otomatis menuju kursi ketua umum. Yudi tetap harus menjalani proses organisasi dan menyerap aspirasi anggota sebelum forum mengambil keputusan.

Ibam menilai calon ketua umum harus tetap melakukan konsolidasi dengan berbagai simpul internal organisasi. Mulai dari pengurus bidang, badan otonom hingga kelompok-kelompok aktivitas anggota HIPMI Kota Bandung.

"Artinya calon tunggal ini tetap harus berkeliling, bertemu simpul aktivitas internal, bertemu pengurus bidang dan banom yang sebetulnya mereka menjadi simpul massa yang tetap punya aspirasi. Dan calon ketua umum harus bisa menyerap aspirasi mereka," katanya.

Bagi Ibam, proses tersebut penting untuk memastikan kepemimpinan berikutnya tidak hanya lahir dari kesepakatan antarelite atau bakal calon, tetapi juga memperoleh penerimaan dari basis anggota organisasi. Ia melihat konsolidasi yang terjadi sebelum tahap pengembalian formulir sebagai bentuk kedewasaan dalam berorganisasi.

"Dalam konteks konsolidasi ini adalah kenegarawanan teman-teman yang memutuskan untuk bergabung. Artinya, dalam proses cukup singkat mereka sudah menyampaikan gagasan, saling menyerap, melobi. Jadi ini bentuk kedewasaan dalam berorganisasi," ujar Ibam.

Di sisi lain, Ibam memberikan apresiasi kepada SC dan Organizing Committee (OC) yang sejauh ini dinilai mampu menjalankan rangkaian Muscab dalam waktu persiapan relatif singkat.

"Saya apresiasi untuk SC dan OC. Dalam waktu singkat rangkaian Muscab bisa dilaksanakan dengan baik sampai saat ini," katanya.

Ia meminta seluruh perangkat kepanitiaan tetap menjaga kinerja hingga seluruh tahapan Muscab selesai. Menurutnya, Muscab XI memiliki posisi penting karena tercatat sebagai salah satu Muscab dengan skala terbesar dalam sejarah HIPMI Kota Bandung.

"Saya tidak berhenti memotivasi teman-teman untuk menjaga kinerja yang baik dan mematok standar tinggi selama Muscab. Karena ini tercatat sebagai sejarah sebagai Muscab terbesar dan akan menjadi pembeda," ujar Ibam.

 

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca