Logo
Featured Image
Jabar

Tangkal Kerentanan Gen-Z Terhadap Ideologi Negara, MPR RI Bumikan Sosialisasi Empat Pilar di IKIP Siliwangi

Jurnalis
Wartawan deram
Editor deram 23 Juni 2026

DARA | Di tengah derasnya arus globalisasi dan dinamika sosial-politik kontemporer, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) terus bergerak aktif membentengi moralitas serta wawasan kebangsaan generasi muda. Langkah taktis ini diwujudkan melalui agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Aula Graha Panca Bhakti, Kampus IKIP Siliwangi, Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026) pagi.

 

Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB ini menyasar ratusan mahasiswa Gen-Z IKIP Siliwangi sebagai audiens krusial penentu masa depan bangsa. Kehadiran jajaran pimpinan tinggi universitas mendampingi narasumber utama, Prof. Dr. Deni Kamaludin Yusup, MA, yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menegaskan komitmen akademis dalam menjaga integrasi nasional.

 

Dalam sambutannya yang disampaikan dengan penuh energi dan persuasif, Anggota DPR/MPR RI Komisi VIII, Atalia Praratya, menyoroti realitas mengkhawatirkan berdasarkan data makro. Merujuk pada Survei Litbang Kompas pertengahan 2025, tercatat sebesar 51,7 persen responden dari klaster Gen-Z mengaku tidak lagi mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam realitas keseharian, bahkan 53,8 persen lainnya menyatakan tidak tahu.

 

"Gen-Z saat ini menempati porsi kelompok penduduk terbesar di Indonesia, mencapai 75,25 juta jiwa atau sekitar 25,97 persen dari total populasi. Namun, mereka justru tercatat sebagai generasi yang paling rentan menjauh dari nilai-nilai Pancasila. Jika generasi secerdas dan seenergik kalian menganggap ideologi negara ini tidak lagi relevan, maka kita sebagai bangsa menghadapi tantangan besar," ujar Atalia di hadapan para mahasiswa.

 

Atalia memaparkan bahwa sebagai bagian utama dari bonus demografi, kelompok usia produktif yang akan menentukan arah masa depan Indonesia dalam 10 hingga 30 tahun ke depan, mahasiswa tidak boleh pasif ataupun apatis terhadap fondasi kebangsaan. Menurutnya, potensi intelektual dan idealisme yang dimiliki anak muda adalah aset terbesar negara yang harus diarahkan secara positif agar tidak mudah terombang-ambing oleh disrupsi global.

 

"Di sinilah momentum Empat Pilar menemukan relevansi tertingginya. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak pernah hadir untuk membungkam daya kritis atau kreativitas adik-adik sekalian. Nilai-nilai ini adalah 'pagar' sekaligus kompas pembimbing. Ruang diskusi dan kebebasan berpendapat harus tetap hidup, namun fondasi rumah besar bernama Indonesia tidak boleh retak. Persatuan nasional harus tetap utuh di atas segalanya," tegas Atalia.

 

Lebih lanjut, dipaparkan posisi strategis Pancasila di tengah konstelasi ideologi utama dunia. Di saat kapitalisme menekankan kebebasan individu mutlak dan sosialisme-komunisme mengedepankan kontrol ketat negara, Pancasila berdiri kokoh di tengah dengan mengawinkan keadilan sosial dan kebebasan individu yang berketuhanan. 

 

Keunikan struktural ini terbukti ampuh merajut keberagaman Indonesia yang mencakup 1.340 suku, 720 bahasa daerah, serta 282 juta penduduk ke dalam satu kesatuan nasional.

"Kita harus bersyukur dan menjaga negara ini. Lihat bagaimana Yugoslavia terhapus dari peta dunia, Uni Soviet terfragmentasi menjadi 15 negara, atau wilayah Timur Tengah yang bergejolak meski memiliki kesamaan bahasa. 

 

Indonesia dengan segala kompleksitasnya tetap utuh karena diikat oleh Empat Pilar ini. Ini tugas kolektif kita bersama, khususnya Gen-Z yang memegang kartu truf masa depan," tambah Atalia.

 

Rektor IKIP Siliwangi, Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd., dalam sambutan pembukanya menyatakan apresiasi mendalam atas dipilihnya IKIP Siliwangi sebagai lokus strategis pelaksanaan program nasional ini. Pihak rektorat menilai pemahaman wawasan kebangsaan yang dipaparkan secara komprehensif oleh Prof. Deni Kamaludin Yusup sangat sinkron dengan visi institusi dalam mencetak tenaga pendidik dan profesional yang berkarakter luhur.

 

Acara inti sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi wawasan kebangsaan oleh narasumber, yang dikemas secara interaktif dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dinamis. 

 

Berdasarkan kajian Katadata Insight Center, sebanyak 60 persen Gen-Z di Indonesia memiliki tingkat literasi digital yang tinggi. Melalui sosialisasi ini, para mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kecakapan teknologi tersebut untuk menjadi produsen arus informasi yang positif serta agen penguat nilai Pancasila di ruang siber.

 

Turut hadir dalam agenda tersebut jajaran pimpinan IKIP Siliwangi antara lain Wakil Rektor Bidang SDM Prof. Dr. Wahyu Hidayat, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Asep Samsudin, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Keuangan & Sarana Prasarana Dr. Ir. H. Agus Hasbi Noor, M.MPd., Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd., serta para Dekan dan Ketua Program Studi di lingkungan universitas.

 

Opini Pembaca