Musorkab sudah ditentukan pada 20 Mei 2026 di Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Jabar di Jalan Raya Cimareme-Batujajar.
| Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) siap menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) untuk memilih kepengurusan baru periode 2026-2030.
Ketua Organizing Committee (OC) Musrokab KONI KBB, Jaka Supriatna didampingi Ketua Penjaringan, Cecep Ahmad Sudrajat, mengatakan sebagai kesiapan pelaksanaan Musorkab 2026, telah dibentuk Panitia Penjaringan dengan penentuan tahapan-tahapan pelaksanaannya.
Musorkab sudah ditentukan pada 20 Mei 2026 di Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Jabar di Jalan Raya Cimareme-Batujajar.
Bagi yang berminat menjadi Ketua Umum KONI KBB baru, Jaka mempersilakan untuk mendaftarkan diri ke Panitia Penjaringan di Sekretariat KONI KBB, Kotabaru Parahyangan-Padalarang.
"Formulir pendaftaran bisa diambil pada tanggal 1 sampai 3 Mei 2026. Pengembalian formulir serta penyerahan persyaratan-persyaratan administrasi lainnya, pada tanggal 5-7 Mei," ujarnya saat ditemui di Batujajar, Jum'at (23/4/2026).
Panitia Penjaringan akan melakukan verifikasi faktual tentang persyaratan yang diserahkan peminat pada 9-11 Mei 2026. Kemudian hasilnya akan ditetapkan sebagai calon Ketum KONI dan berhak mengikuti kompetesi di Musorkab tersebut.
Lebih lanjut Jaka mengatakan persyaratan untuk mencalonkam diri jadi Ketum KONI tersebut antara lain, siap memajukan dunia olahraga prestasi di KBB, visioner serta mampu berkolaborasi dengan Pemkab Bandung Barat.
Syarat lainnya, melengkapi administrasi yang dibutuhkan seperti tercatat sebagai warga KBB dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selanjutnya, bisa melampirkan dukungan minimal dari 5 cabor.
Sementara, persyaratan sebagai pengurus cabor atau KONI KBB pada tahap penjaringan kali ini tidak diberlakukan.
Hal itu, kata Jaka, sebagai upaya memberikan kesempatan secara terbuka kepada mereka yang berniat mencalonkan diri jadi Ketum KONI KBB kali ini.
"Siapa tahu ada diantaranya yang siap menjadi Ketum, tapi basicnya bukan pengurus cabor atau pengurus KONI. Nah kita berikan kesempatan itu," jelasnya.
Sebelumnya, jabatan kepengurusan KONI KBB yang dinahkodai Agus Mulya Sutanto berakhir pada 22 Juni 2026.
Kendati Agus diberikan kesempatan untuk memperpanjang masa jabatannya hingga usai Porprov Jabar pada Oktober mendatang, namun hal itu tidak diambilnya.
Agus memilih pergantian kepengurusan KONI sesuai masa jabatannya. Agus sendiri tidak berniat mencalonkan diri dengan alasan kesehatan dirinya serta tidak siap mengikuti Porprov dengan anggaran hanya Rp3 miliar. Idealnya, anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Porprov sekitar Rp10 miliar.**
