Masih ada kejadian yang ramai jadi pembahasan di media sosial terkait tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.
| Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerjasama dengan Komisi X DPR mengedukasi guru di Kabupaten Garut agar memiliki pemahaman dalam mencegah tindak kekerasan maupun korupsi di lingkungan pendidikan untuk membentuk karakter bangsa yang hebat dan jujur.
Plt Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen, Ferdian Amran, mengatakan pihaknya mempunyai target untuk melakukan pencegahan tindak kekerasan maupun korupsi dimulai dari satuan pendidikan.
Menurutnya, selama ini Kemendikdasmen terus bergerak, tidak hanya di Kabupaten Garut akan tetapi seluruh daerah di Indonesia.
Pihaknya, lanjut Ferdian, mengedukasi guru sekaligus mensosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 tahun 2026 tentang Sekolah Aman dan Nyaman.
Ia menyebutkan, selama ini masih ada kejadian yang ramai dan menjadi pembahasan di media sosial terkait tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, khususnya terhadap guru.
"Kita tahu ya bahwa banyak sekali yang viral terkait kekerasan di sekolah-sekolah, ya khususnya terhadap guru dan ini memang kita mencoba mencegah hal itu," ujar Ferdian usai acara Internalisasi Pencegahan Korupsi dan Penanganan Kekerasan Dalam Menciptakan Sekolah Aman dan Nyaman di Convention Hall Sabda Alam, Jalan Raya Cipanas, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (7/5/2026).
Ferdian menyebutkan Kemendikdasmen mengharapkan lingkungan sekolah, khususnya saat ini di Kabupaten Garut harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk guru maupun anak didik. Karena itu, menurutnya, dalam kegiatan ini pihaknya menghadirkan peserta dari kalangan guru perwakilan sekolah tingkat dasar dan menengah untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang upaya mencegah perilaku korupsi, maupun tindakan kekerasan.
"Nantinya guru-guru yang mendapat ilmu yang dari materi resmi ini dapat menyebarkan kembali, kita harapkan ilmu ini dapat disebarkan ke seluruh peserta didik dan seluruh tenaga pendidikan," ujarnya.
Ferdian menuturkan, selama ini Kemendikdasmen terus mengevaluasi dampak dari kegiatan tersebut di lingkungan sekolah, termasuk saat ini menyerap aspirasi guru dari Garut terkait langkah apa saja yang harus dilakukan dalam pencegahan korupsi dan kekerasan.
Selama ini, lajut Ferdan, sejumlah guru terkadang merasa takut salah untuk melakukan tindakan, sehingga adanya sosialisasi dan kegiatan edukasi ini diharapkan memberikan pemahaman terhadap guru terkait langkah apa saja yang harus dilakukan dalam pencegahan kekerasan maupun perilaku korupsi.
"Makanya, kita sampaikan ini langkah-langkah apa saja yang harus ditidaklanjuti ya, terkait dengan kekerasan," katanya.
Kegiatan yang dikuti seratusan guru perwakilan dari sejumlah sekolah di Kabupaten Garut tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Kemendikdasmen, dan anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah yang juga menjadi nara sumber dalam acara tersebut.***
