Plh Direktur Pelayanan Medik, Perawatan, dan Penunjang RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) dr. Yana Akhmad Supriatna mengungkapkan untuk saat ini ruang ICU untuk perawatan intensif Covid-19 sudah hampir terisi 100%. Dari 40 tempat tidur yang tersedia, hanya tinggal enam tempat tidur yang tersisa.
DARA – “Dari 40 tempat tidur, sudah terisi sebanyak 34 tempat tidur, kira-kira hampir 90% karena dua tempat tidur lagi kami stand by-kan untuk kasus kritis yang harus menjalani cuci darah,” ujar Yana di RSHS, Selasa, 8 Juni 2021.
Sementara itu, untuk ketersediaan tempat tidur isolasi non-ICU masih terhitung aman karena masih ada sekitar 50% tempat tidur yang tersedia. Persentase itu dihitung berdasarkan 112 tempat tidur yang terisi dari 224 tempat tidur yang tersedia di RSHS.
“Dari 224 tempat tidur yang tersedia, iitu keterisiannya saat ini adalah 112, artinya 50%,” ungkap Yana.
Yana pun menyampaikan, pihak rumah sakit segera mengupayakan antisipasi mengingat pihak rumah sakit sendiri menghindari ruang ICU untuk terisi sampai 100%. Pasalnya, tempat tidur di ICU harus selalu tersedia untuk berjaga-jaga saat ada pasien dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan secara intensif.
“Dengan 90% saja sudah harus kami antisipasi karena ICU tidak boleh sampai 100% karena kita tahu penyakit ini kadang-kadang tidak terduga, dari yang masuknya sedang-sedang saja atau berat, bisa tiba-tiba kritis dan harus dimasukkan ke ruang perawatan intensif,” kata Yana.
Untuk mengantisipasi tren kenaikan positif yang berdampak kepada ketersediaan tempat tidur di RSHS, pihak rumah sakit pun berupaya untuk meningkatkan kapasitas prasarana di ruang-ruang isolasi. Petugas rumah sakit pun meningkatkan monitoring pasien, termasuk menambah juga alat-alat bantu oksigen untuk para pasien.
“Kami berusaha meningkatkan kapasitas atau prasarana di ruang-ruang isolasi sampai menambah monitoring,”
Yana mengatakan, tren peningkatan kasus positif memang nyaris selalu terjadi pascaliburan. Momen liburan panjang Idulfitri yang baru berlangsung beberapa waktu silam pun ditandai sebagai latar belakang kenaikan kasus yang turut berdampak kepada tenaga kesehatan di RSHS.
“Tampaknya ini dampak dari libur juga, seperti pengalaman libur-libur yang lalu, selalu ada tren peningkatan kasus positif di komunitas masyarakat. Ternyata di karyawan kami pun trennya juga sama, ada peningkatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” pungkas Yana.
Untuk diketahui, kasus Covid-19 Kota Bandung sudah mencapai 20.003 kasus, Minggu, 6 Juni 2021. Merujuk situs covid19.bandung.go.id, diakses Senin, 7 Juni 2021, pukul 14.00 WIB, terdapat kenaikan 1.000 kasus dalam kurun waktu dua pekan. Kasus aktif terbanyak tercatat ada di Kecamatan Coblong. Di Coblong saat ini ada 60 orang yang masih dalam perawatan.
Secara keseluruhan, Kota Bandung pada Minggu, 6 Juni 2021, melaporkan jumlah total kasus positif aktif Covid-19 sebanyak 756. Jumlah ini meningkat hampir 50% sejak dua pekan lalu
Tercatat ada pengurangan 24 kasus positif aktif dibandingkan data yang disajikan sebelumnya. Sementara kasus sembuh bertambah 99 menjadi 18.892 dan kasus meninggal bertambah 1 menjadi 355.***
Berita ini sebelumnya sudah ditayangkan oleh Ayobandung dengan judul: Ruang ICU Covid-19 RSHS Hampir Terisi Penuh.
Editor: denkur