Akhmad Djohara mengatakan, pihaknya terus mengupayakan untuk perbaikan rutilahu terdampak bencana di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung.
DARA| BANDUNG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) terkait bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang terdampak bencana alam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara mengatakan, pihaknya terus mengupayakan untuk perbaikan rutilahu terdampak bencana di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung.
“Sebagai tindak lanjut kaitan perintah bupati tentang rutilahu. Dari BPBD akan berkoordinasi dengan Disperkimtan. Kami akan melakukan pendataan, karena kalau dari BPBD itu lebih ke rutilahu yang memang terdampak bencana,” ujar Akhmad Djohara saat mendampingi Bupati Bandung pada kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Kecamatan Ibun, Jumat (11/6/2021).
Pria yang akrab disapa Adjo itu menyebut, seperti halnya rutilahu yang akan dibangun di Kecamatan Cimenyan, Kertasari, Cimaung dan Kutawaringin.
“Jadi kalau kaitannya dengan rutilahu ini, karena memang saat ini dana APBD masih belum ada, biasanya dimohon ke CSR bank BJB. Kalau dengan dana CSR, posisi kita sebagai BPDB itu hanya sebagai fasilitator. Nanti kita akan bentuk kopmas untuk melaksanakan kegiatan penanganan warga yang rumahnya tidak layak huni,” terangnya.
Ia mengatakan, termasuk yang terbaru pihaknya tengah melakukan pendataan rumah-rumah yang rusak dampak tanggul jebol hingga menyebabkan banjir bandang di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, beberapa waktu lalu.
“Kita akan bantu, jadi rumah nanti ditaksir oleh tim asesmen kita, berapa mereka mendapatkan bantuan, dari rumah yang rusak ringan, rusak berat, nanti akan sangat variatid jumlahnya bantuan yang akan diberikan,” katanya.
Termasuk kerusakan tanggul, lanjut dia, setelah pihaknya rapat koordinasi ternyata pihak BBWS tidak punya anggaran yang bisa cepat digunakan.
“Jadi pemda dari dana BTT (biaya tidak terduga) sesuai perintah bupati, kita akan menganggarkan dari BTT itu. Sehingga nanti tanggul jebol yang ada di Desa Panyadap bisa selesai dalam waktu tidak lama lagi,” pungkasnya.
Editor : Maji