DARA | CIANJUR – Upaya pemulangan Alis Juariah (46), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kampung Muhara RT 01/10, Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus dilakukan.
Sebelumnya, pihak keluarga mengirimkan surat kepada Presiden RI, Joko Widodo, untuk membantu memulangkan PMI yang telah hilang kontak lebih kurang 21 tahun dengan keluarganya itu. Kini Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Cianjur, yang diberi mandat oleh pihak keluarga Alis akan menyurati Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cianjur, BNP2TKI, BP3TKI Jawa Barat, dan Kementerian Luar Negeri untuk membantu dan mempercepat proses pemulangan Alis Juariah yang berangkat ke Riyadh, Arab Saudi pada 1998 itu.
“Kita berupaya maksimal dalam proses pemulangan pekerja migran Indonesia atasnama Alis Juariah ini. Astakira Pembaharuan akan bersurat ke Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, karena mau bagaimanapun Pemkab harus bertanggungjawab dengan kondisi ini, sebab Alis bagian dari warga Cianjur,” kata Ketua Astakira Pembaharuan Cianjur, Ali Hildan, kepada dara.co.id, Senin (19/8/2019).
Ali menyebutkan, persoalan hilang kontak hingga bertahun-tahun yang di alami PMI asal Kabupaten Cianjur, tidak hanya Alis. Berdasarkan pengaduan yang diterima Astakira Pembaharuan Cianjur masih ada sedikitnya empat pekerja migran asal Cianjur yang mengalami nasib serupa dengan Alis.
“Sejak mencuatnya persoalan Alis, kita langsung mendapatkan pengaduan dari sejumlah keluarga pekerja migran yang mengalami nasib serupa dengan keluarga Alis yang kehilangan kontak dengan keluarga mereka yang bekerja di Timur Tengah,” ujarnya.
Dari beberapa pengaduan yang diterima, lanjut Ali, di antaranya keluarga PMI atas nama Khodizah alias Holis yang mengaku hilang kontak sekitar sembilan tahun. Ada juga PMI atas nama Riska asal Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber yang diadukan telah hilang kontak sekitar sepuluh tahun.
“Untuk Pekerja migran atasnama Khodizah berdasarkan keterangan keluarganya bekerja di Suriah dan untuk pekerja migran atasnama Riska dilaporkan bekerja di Arab Saudi. Kita akan tindaklanjuti seluruhnya,” kata Ali.
Pihaknya juga segera melakukan audiensi dengan Plt Bupati Cianjur, terkait dengan banyaknya persoalan pekerja migran asal Kabupaten Cianjur yang hingga kini persoalannya belum terselesaikan.***
Wartawan: Purwanda | Editor: Ayi KUsmawan