Begini Kabar Terbaru Kasus Keracunan Massal di Gununghalu

Kamis, 16 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar menggembirakan, dari 90 orang korban, tinggal delapan orang yang dirawat


DARA| Keracunan massal terjadi usai menyantap nasi boks usai pengajian peringatan Isra Miraj di Masjid As Saniyah, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Sabtu 11 Februari 2023.

Tragedi menghebohkan itu menelan 90 korban, dua orang diantaranya meninggal dunia.

Dari 90 orang korban, saat ini tinggal delapan orang yang masih dirawat di RSUD Cililing.

Rinciannya, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, dr Hernawan Widjayanto dirawat di RSUD Cililin tinggal enam orang dan di Puskesmas DTP Gununghalu dua orang.

Sedangkan korban yang sembuh dan rawat jalan sebanyak 82 orang.

“Alhamdulillah, dari 90 total yang mengalami keracunan tinggal 8 orang dan meninggal 2 orang. Yang lainnya, sudah sembuh dan ada juga yang rawat jalan,” ujarnya, saat ditemui di Ngamprah, Kamis (16/2/2013).

Ia menyebut, keracunan di Gununghalu ini sebagai kejadian luar biasa (KLB) di wilayah KBB. Maka, segala pembiayaan untuk penanganan para korban menjadi tanggungjawab pemerintah.

Keracunan massal inipun terbilang baru terjadi sepanjang beberapa tahun terakhir.

“Pernah juga terjadi, saya lupa tahunnya, 20 orang di Gununghalu keracunan makanan dari jajanan cilok. Tapi gejalanya masih ringan, sehingga bukan KLB,” kata Hernawan.

Terkait penyebab keracunan tersebut, Hernawan belum bisa memastikan lantaran hasil laboratorium dari sample makanan itu belum keluar.

Biasanya hasil lab, seminggu kemudian keluar setelah sample-nya masuk.

Menurutnya, secara umum keracunan makanan karena bakteri, bisa dari bahan dasar makanannya, cara pengolahan, bahkan tempat penyimpanannya dan lain-lain.

Hermawan berpesan masyarakat harus hati-hati ketika mau menyelenggarakan even besar dengan menyediakan makanan.

Sebagai antisipasi, masyarakat bisa berkonsultasi dengan puskesmas setempat, sebelum menggelar acara besar-besaran.

“Puskesmas bisa memberikan bimbingan di dalam pengolahan makanan. Kita ada kegiatan rutin pelatihan sama catering, yang menjadi program kita,” tuturnya.

Editor: denkur

Berita Terkait

Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025
Tentukan Awal Ramadan, MUI Gelar Sidang Isbat Jumat 28 Februari 2025
Jelang Ramadan, Polresta Cirebon Gencarkan Razia Miras
BAZNAS Jabar Salurkan Paket Munggahan untuk Kurir Pos, PT Pos Ajak Karyawan Berinfak
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Rabu 26 Februari 2025
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 26 Februari 2025
Digagalkan Aipda Didik, Wanita Muda Itu Hendak Bunuh Diri, Terjun dari Jembatan di Sukabumi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:36 WIB

Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Rabu, 26 Februari 2025 - 15:55 WIB

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025

Rabu, 26 Februari 2025 - 15:43 WIB

Tentukan Awal Ramadan, MUI Gelar Sidang Isbat Jumat 28 Februari 2025

Rabu, 26 Februari 2025 - 15:33 WIB

Jelang Ramadan, Polresta Cirebon Gencarkan Razia Miras

Rabu, 26 Februari 2025 - 11:09 WIB

BAZNAS Jabar Salurkan Paket Munggahan untuk Kurir Pos, PT Pos Ajak Karyawan Berinfak

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

EKONOMI

Pertamina Tegaskan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikasi

Rabu, 26 Feb 2025 - 19:54 WIB