Besok Puasa, Pasar Banjaran Diserbu Pembeli, Harga Daging Sapi Ajol-ajolan

Senin, 12 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: verawati/dara.co.id)

Ilustrasi (Foto: verawati/dara.co.id)

Besok puasa, harga kebutuhan pokok naik. Terutama harga daging dan sayuran. Demikian penelusuran dara.co.id di sejumlah pasar di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (12/4/2021).


DARA – Seorang pedagang daging sapi, Heri (25) mengaku hari ini pembeli yang datang cukup ramai. Padahal, harga daging naik dari Rp100 ribu jadi Rp130.000.

“Hari ini pembeli membludak. Daging sapi pun yang biasanya laku 30 kiloan, hari ini Alhamdulillah sudah habis 2 kwintal. Tapi kalau dibanding sebelum pandemi sih cukup jauh, turun hampir 50 persen, dulu mah biasanya sampai habis 4 kwintalan,” ujarnya ditemui di lapak dagangannya, Pasar Banjaran, Seni (12/4/2021).

Heri bersyukur dagangannya laku. “Biasanya setelah hari ini, dua atau tiga hari libur berjualan, pulang dulu ke kampung halaman, sebab tidak ada kesempatan lagi untuk pulang apabila menjelang lebaran,” tuturnya.

Sementara itu, Dadan (50) yang kesehariannya berjualan sayuran mengatakan, meski hari ini banyak pembeli, tapi tidak seramai tahun lalu.

Menurut Dadan, harga-harga sayuran cenderung stabil karena memang sudah fluktuatif dari beberapa pekan kebelakang.

Harga sayuran yang naik hanya kentang, dari awalnya Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu. Sedangkan harga cabe rawit merah yang sebelumnya naik fantastis kini menurun drastis, yang awalnya hingga Rp120 ribu kini hanya Rp70 ribu.

Cabe rawit hijau yang awalnya Rp70-80 ribu kini hanya Rp35 ribu.

“Ya begitulah, nggak naik-naik amat, pembeli juga segini mah bisa dibilang sepi,” ujarnya.

Dadan mengatakan kondisi kenaikan harga sayuran biasanya hanya sekitar tiga sampai empat hari saja, selanjutnya akan landai.

“Kalau udah tiga atau empat hari biasanya landai lagi, nanti naik lagi kalau udah mau lebaran,” tambah Dadan.

Dari pantauan, para pembeli sudah berjubel sejak subuh memenuhi Pasar Banjaran demi memenuhi kebutuhan mereka jelang Ramadan.

Terkait kerumunan di pasar yang terjadi pada hari-hari jelang Ramadan, petugas UPT Pasar Banjaran, Denny Supriadinata mengatakan pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk tetap mengingatkan para pedagang juga pengunjung pasar agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Namun, ketika pengunjung membludak, petugas pun tidak bisa berbuat banyak.

“Bukan hanya pada saat jelang Ramadan seperti ini, tapi memang setiap hari kita terus mengingatkan mereka terkait prokes, tapi ya kenyataan di lapangan, kalau sudah membludak pengunjung kita juga kesulitan,” katanya.

Denny mengatakan, pihaknya sudah seringkali membagikan masker kepada para pedagang dan pengunjung pasar, tapi tetap saja masih ada yang tidak mengindahkan prokes.

“Masker mah udah habis ribuan, tapi ya sekarang dibagi, besok ada lagi yang nggak pake, harusnya kan itu balik lagi pada kesadaran setiap orang. Kami juga tidak bosan-bosannya mengingatkan,” ujarnya.

Terkait kenaikan harga, Denny mengatakan situasinya memang fluktuatif terutama pada momen jelang puasa dan lebaran. Kenaikan harga biasa terjadi karena permintaan tinggi.

“Mungkin ini juga kesempatan bagi para pedagang, setahun sekali dapet banyak keuntungan. Apalagi selama setahun ini kan lumayan sepi akibat pandemi, ya nggak apa-apalah kalau mereka ngambil keuntungan lebih sedikit,” jelasnya.

Denny menyebut, selain harga daging sapi dan daging ayam, kenaikan harga lainnya masih dalam batas wajar, apalagi harga sayuran, menurutnya relatif stabil karena memang supliernya kebanyakan dari petani lokal.

“Contohnya kemarin pas harga cabe rawit mahal, di pasar lain bisa sampai seratus duapuluh sampai seratus lima puluhan per kilonya, kalau disini paling tinggi seratus sepuluh ribu. Itu karena kita ini kan dikelilingi wilayah pertanian, ada Pangalengan, Cikalong, dan Arjasari, kalau hasil tani mereka sedikit biasanya dijualnya disini, nggak ke pasar induk yang gede,” papar Denny.

Denny mengatakan kondisi kenaikan harga ini biasanya tidak berlangsung lama, hanya sekitar tiga hari sebelum dan tiga hari setelah puasa dimulai.

“Dua tiga hari juga biasanya turun lagi, apalagi kalau pedagang daging kan suka libur kalau munggahan. Mereka mikirnya masyarakat masih banyak stok, jadi libur aja, istirahat dulu gitu,” pungkasnya.***

Editor: denkur

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional
Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal
Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
KAI Bersama UMKM Binaan Turut Serta dalam Program Pelatihan “UMKM Naik Kelas” untuk Wujudkan Ekonomi Mandiri dan Berkelanjutan
Pertamina Tegaskan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikasi
Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:52 WIB

Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:45 WIB

Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:36 WIB

KAI Bersama UMKM Binaan Turut Serta dalam Program Pelatihan “UMKM Naik Kelas” untuk Wujudkan Ekonomi Mandiri dan Berkelanjutan

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:54 WIB

Pertamina Tegaskan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikasi

Berita Terbaru