Buat Siapa Saja Kemuliaan Lailatul Qadar Itu?

Jumat, 15 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto : Koran Kaltim)

Ilustrasi (Foto : Koran Kaltim)

Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemuliaan. Hanya Allah SWT yang mengetahui kapan malam lailatul qadar tiba. Namun, terdapat sejumlah tanda-tanda malam lailatul qadar yang dapat dijadikan pedoman.


DARA| BANDUNG-  Dengan mengetahui ciri-ciri malam lailatul qadar, setiap umat Islam dapat beribadah dengan khusyuk untuk menggapai malam lailatul qadar.

Secara harfiah, arti lailatul qadar adalah malam ketetapan. Berdasarkan dalil mengenai lailatul qadar di surat Al-Qadr, malam lailatul qadar adalah alam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat untuk mengatur semua urusan. Malam itu sejahtera hingga terbit fajar.

Berikut tanda-tanda malam lailatul qadar.

1. Matahari bersinar tidak terlalu panas
Ustaz Mahfud Said menjelaskan salah satu ciri malam lailatul qadar adalah matahari yang tidak terlalu panas.

“Pada hari itu matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim,” kata Mahfud seperti dikutip CNNIndonesia.com.

2. Langit tampak bersih
Berdasarkan riwayat Imam Ahmad, pada malam lailatul qadar langit tampak bersih. Di malam itu, tak ada awan.

Allah mencurahkan keberkahan dan kesejahteraan melewati pintu langit yang terbuka lebar

3. Suasana yang tenang
Malam lailatul qadar memiliki suasana yang tenang dan sunyi. Cuaca pada malam itu biasanya juga sejuk, tidak dingin dan tidak pula panas.

“Dalam Mu’jam at-Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas,'” kata Mahfud.

4. Malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadan
Malam lailatul qadar terjadi pada malam-malam 10 hari terakhir di bulan Ramadan, terutama malam ganjil.

Namun, menurut Mahfud, sulit menentukan hari ganjil karena perbedaan waktu di muka bumi.

“Permasalahannya adalah definisi ganjil. Tidak ada jaminan hari yang kita maksud, karena ganjil suatu wilayah berbeda dengan wilayah lainnya,” jelas Mahfud.

Malam lailatul qadar dapat diraih dengan beribadah secara khusyuk dan penuh ketakwaan kepada Allah SWT. Tanda-tanda malam lailatul qadar ini bisa dijadikan patokan untuk beribadah.

 

Editor : Maji

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional
Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal
Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025
Tentukan Awal Ramadan, MUI Gelar Sidang Isbat Jumat 28 Februari 2025
Jelang Ramadan, Polresta Cirebon Gencarkan Razia Miras
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:52 WIB

Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:40 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:36 WIB

Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Rabu, 26 Februari 2025 - 15:55 WIB

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025

Berita Terbaru