Bupati Bandung Minta Masyarakat Pahami Aturan Jelang Penerapan AKB

Jumat, 5 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Pixabay)

Ilustrasi (Pixabay)

“Jangan new normal dianggap semua bisa bebas, boncengan bertiga pakai motor, tidak pakai masker, di mobil berhimpitan, itu yang salah,” kata Dadang M. Naser.


DARA | BANDUNG – Kabupaten Bandung secara bertahap akan mulai menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal seperti beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. Karena itu, Bupati Bandung Dadang M. Naser berharap masyarakat bisa lebih memahami pengertian AKB dan tidak langsung menganggap semua menjadi normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Jangan new normal dianggap semua bisa bebas, boncengan bertiga pakai motor, tidak pakai masker, di mobil berhimpitan, itu yang salah,” kata Dadang saat bersilahturahmi dengan PWI dan IJTI di rumah dinas Bupati, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (5/6/2020).

Dadang juga menginginkan masyarakat untuk saling menghargai satu sama lain dan selalu menerapkan etika ketika sakit. Setiap orang yang batuk atau flu tidak boleh meludah atau membuang dahak di sembarang tempat.

“New normal itu kuncinya tiga. Selalu pakai masker ketika keluar rumah, cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, satu lagi jaga jarak,” katanya.

Saat ini, lanjut Dadang, pihaknya tengah melakukan berbagai persiapan untuk membuka kembali lokasi wisata serta cafe atau restoran. Mulai minggu depan beberapa tempat wisata harus dibuka untuk percontohan, dengan syarat pengelola tempat wisata dan pengusaha restoran harus benar-benar siap menjalankan protokol kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Yosep Nugraha mengatakan bahwa pihaknya sudah menyusun tahapan penerapan AKB di industri pariwisata dengan melakukan sosialisasi, simulasi, verifikasi, dan pelaksanaan uji coba terbatas.

“Senin nanti kita akan bahas tentang bagaimana syarat ketentuan, proses dan mekanismenya, termasuk menentukan jenis usaha pariwisata apa yg bisa diujicobakan dan sistem pengawasan serta evaluasinya,” pungkasnya.***

 

Editor: Muhammad Zein

Berita Terkait

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Kamis 27 Februari 2025
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Kamis 27 Februari 2025
BAZNAS Jabar Salurkan Paket Munggahan untuk Kurir Pos, PT Pos Ajak Karyawan Berinfak
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Rabu 26 Februari 2025
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 26 Februari 2025
Waduh, Banyak Remaja di Kabupaten Bandung Terjerat Narkoba, Bikin Miris Ketua TP PKK
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Selasa 25 Februari 2025
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Selasa 25 Februari 2025
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 06:35 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Kamis 27 Februari 2025

Kamis, 27 Februari 2025 - 06:31 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Kamis 27 Februari 2025

Rabu, 26 Februari 2025 - 11:09 WIB

BAZNAS Jabar Salurkan Paket Munggahan untuk Kurir Pos, PT Pos Ajak Karyawan Berinfak

Rabu, 26 Februari 2025 - 06:12 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Rabu 26 Februari 2025

Rabu, 26 Februari 2025 - 06:09 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 26 Februari 2025

Berita Terbaru

mobil sim keliling kabupaten Bandung

BANDUNG UPDATE

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Kamis 27 Februari 2025

Kamis, 27 Feb 2025 - 06:35 WIB

mobil sim keliling kota Bandung

BANDUNG UPDATE

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Kamis 27 Februari 2025

Kamis, 27 Feb 2025 - 06:31 WIB

NASIONAL

Koarmada RI Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Muara Angke

Rabu, 26 Feb 2025 - 20:27 WIB

Foto: Istimewa

EKONOMI

Pertamina Tegaskan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikasi

Rabu, 26 Feb 2025 - 19:54 WIB